Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Masyarakat Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus memiliki cara cukup unik dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI. Kali ini, Pemerintah Desa Janggalan menggerakkan warganya untuk melukis setiap sudut desa.

Lukisan yang dibuat kali ini pun tak biasa, melainkan lukisan tiga dimensi layaknya objek nyata. Seperti kolam ikan, kotak kubik, permadani terbang, kapal, hingga kuda yang berada di dalam kandang. Lukisan tiga dimensi tersebut juga ciamik untuk dijadikan swafoto.

Kepala Desa Janggalan Noor Aziz mengatakan, meski di masa pandemi rasa nasionalis masyarakat harus tetap terbentuk. Melalui gambar-gambar tiga dimensi yang dibuat warga desanya itu, bisa menumbuhkan rasa gotong royong.

"Masa-masa seperti ini, sangat membutuhkan gotong royong untuk semangat dan bangkit dari pandemi," katanya, Jumat (13/8/2021).

[caption id="attachment_233517" align="alignleft" width="880"] Lukisan tiga dimensi kuda yang menggambarkan cikal bakal Desa Janggalan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

Selain itu, pihaknya juga tengah menggali kreatifitas dan mencari bakat potensi yang dimiliki oleh warganya. Lukisan tiga dimensi tersebut, lanjut dia, bukan lukisan biasa. Melainkan memiliki sebuah pesan dan arti tersendiri.

Ia mencontohkan, salah satu lukisan yang memiliki arti sejarah. Yakni, kuda yang berada di dalam kandang, menggambarkan tentang sejarah cikal bakal sesepuh Desa Janggalan yakni Mbah Djenggolo."Mbah Djenggolo dulu itu diberi tugas oleh Sunan Kudus untuk merawat kuda-kuda kesayanganya. Sehingga ini bisa memperlihatkan simbol bahwa Mbah Djenggolo memang punya kuda," jelasnya.Masing-masing lukisan tiga dimensi pun membutuhkan waktu yang berbeda, menyesuaikan tingkat kesulitan dari objek lukisan tersebut."Kalau untuk kuda itu semalam, yang paling lama itu kolam ikan yang butuh waktu empat malam," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler