MURIANEWS, Kudus - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia dengan menggelar sejumlah lomba untuk pegawai internal. Salah satunya yakni, lomba minuman berbahan dasar rempah-rempah.
Sedikitnya ada lima minuman rempah-rempah yang dibuat oleh pegawai-pegawai muda di masing-masing bidang. Yakni, empu kunir, dasa warni, sedang pokak, temu lawak, dan jamu sehat.
Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, lomba olahan minuman rempah tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali potensi rempah dari petani lokal yang ada di Kudus. Apalagi, rempah-rempah memiliki sejarah panjang di Indonesia.
"Bangsa Indonesia, ini terkenal di dunia karena rempah-rempahnya. Maka rempah-rempah Nusantara diharapkan bisa menjadi minuman yang bisa digemari di semua kalangan," katanya sesuai lomba yang di gelar di Taman Krida Kudus, Rabu (18/8/2021).
Selain itu, lomba tersebut digunakan untuk mengedukasi tentang manfaat minuman rempah-rempah yang sangat bisa meningkatkan imunitas di masa pandemi. Terlebih, Kudus termasuk wilayah yang menjadi bagian dalam jalur rempah nasional.
"Tentunya harus bangga, karena Kudus termasuk di dalam jalur rempah," ucapnya.
Setelah perlombaan berlangsung, seluruh jajaran Disbudpar pun meminum minuman rempah tersebut bersama-sama.
Setelah perlombaan berlangsung, seluruh jajaran Disbudpar pun meminum minuman rempah tersebut bersama-sama.Sementara Lia Rensy Staf Bidang Pariwisata menciptakan minuman rempah yang diberi nama Dasa Warni. Nama tersebut, lantaran bahan minuman menggunakan sepuluh macam rempah-rempah.Di antaranya, jahe, kunyit, temu lawak, serai, pandan, ketumbar, kayu manis, kapulaga, gula aren, dan daun salam."Ini minuman resep dari keluarga, yang memiliki banyak manfaat. Seperti menambah stamina, mengatasi diabetes, meredakan batuk, hingga mencegah penuaaan dan kanker," jelas salah satu anggota tim peserta lomba itu.Selain itu, ada juga perlombaan lain, seperti
video challenge angkat potensi wisata, dan dekorasi ruangan. Seusai dinilai, video tersebut juga akan di unggah di media sosial Disbudpar, dengan tujuan pelaku wisata lain pun bisa meniru dan turut mempromosikan wisatanya melalui video. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_234506" align="alignleft" width="880"]

Juri melakukan penilaian minuman rempah-rempah buatan pegawai Disbudpar Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Indonesia dengan menggelar sejumlah lomba untuk pegawai internal. Salah satunya yakni, lomba minuman berbahan dasar rempah-rempah.
Sedikitnya ada lima minuman rempah-rempah yang dibuat oleh pegawai-pegawai muda di masing-masing bidang. Yakni, empu kunir, dasa warni, sedang pokak, temu lawak, dan jamu sehat.
Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, lomba olahan minuman rempah tersebut bertujuan untuk mengangkat kembali potensi rempah dari petani lokal yang ada di Kudus. Apalagi, rempah-rempah memiliki sejarah panjang di Indonesia.
"Bangsa Indonesia, ini terkenal di dunia karena rempah-rempahnya. Maka rempah-rempah Nusantara diharapkan bisa menjadi minuman yang bisa digemari di semua kalangan," katanya sesuai lomba yang di gelar di Taman Krida Kudus, Rabu (18/8/2021).
Selain itu, lomba tersebut digunakan untuk mengedukasi tentang manfaat minuman rempah-rempah yang sangat bisa meningkatkan imunitas di masa pandemi. Terlebih, Kudus termasuk wilayah yang menjadi bagian dalam jalur rempah nasional.
"Tentunya harus bangga, karena Kudus termasuk di dalam jalur rempah," ucapnya.
Setelah perlombaan berlangsung, seluruh jajaran Disbudpar pun meminum minuman rempah tersebut bersama-sama.
Sementara Lia Rensy Staf Bidang Pariwisata menciptakan minuman rempah yang diberi nama Dasa Warni. Nama tersebut, lantaran bahan minuman menggunakan sepuluh macam rempah-rempah.
Di antaranya, jahe, kunyit, temu lawak, serai, pandan, ketumbar, kayu manis, kapulaga, gula aren, dan daun salam.
"Ini minuman resep dari keluarga, yang memiliki banyak manfaat. Seperti menambah stamina, mengatasi diabetes, meredakan batuk, hingga mencegah penuaaan dan kanker," jelas salah satu anggota tim peserta lomba itu.
Selain itu, ada juga perlombaan lain, seperti
video challenge angkat potensi wisata, dan dekorasi ruangan. Seusai dinilai, video tersebut juga akan di unggah di media sosial Disbudpar, dengan tujuan pelaku wisata lain pun bisa meniru dan turut mempromosikan wisatanya melalui video.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha