Gudang Limbah Busa di Kudus Terbakar, Diduga dari Puntung Rokok
Yuda Auliya Rahman
Kamis, 19 Agustus 2021 14:12:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Sebuah gudang penyimpanan limbah busa di RT 6 RW 11, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus dilalap si jago merah, Kamis (19/8/2021). Penyebabnya diduga berasal dari putung rokok yang dibuang orang yang tak dikenal di gudang yang berada di tepi jalan itu.
Gudang penyimpanan limbah bisa itu diketahui milik Chafid (72), warga setempat. Gudang yang terbakar lokasinya di depan SMP 3 Bae dan tak jauh dari rumah korban.
"Warga mengetahui ada kobaran api sekitar pukul 08.00 WIB, " kata Kapolsek Bae AKP Ngatmin.
Saat itu, anak korban yang Bernama Siti Hajar tengah datang menuju rumah korban, kepulan asap tipis dari gudang tersebut pun sempat dilihat olehnya, namun tidak terhiraukan. Siti Hajar pun lantas masuk rumah dan memasak.
Tak berselang lama, Siti Hajar mendengar warga yang tengah melintas berteriak adanya kebakaran.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petugas memadamkan api yang membakar gudang limbah busa di Kudus. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Sebuah gudang penyimpanan limbah busa di RT 6 RW 11, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kudus dilalap si jago merah, Kamis (19/8/2021). Penyebabnya diduga berasal dari putung rokok yang dibuang orang yang tak dikenal di gudang yang berada di tepi jalan itu.
Gudang penyimpanan limbah bisa itu diketahui milik Chafid (72), warga setempat. Gudang yang terbakar lokasinya di depan SMP 3 Bae dan tak jauh dari rumah korban.
"Warga mengetahui ada kobaran api sekitar pukul 08.00 WIB, " kata Kapolsek Bae AKP Ngatmin.
Saat itu, anak korban yang Bernama Siti Hajar tengah datang menuju rumah korban, kepulan asap tipis dari gudang tersebut pun sempat dilihat olehnya, namun tidak terhiraukan. Siti Hajar pun lantas masuk rumah dan memasak.
Tak berselang lama, Siti Hajar mendengar warga yang tengah melintas berteriak adanya kebakaran.
"Saksi mendengar teriakan itupun langsung keluar dan melihat api sudah membakar tumpukan limbah busa. Korban setelah itu dibangunkan dan meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api dengan alat seadanya, sambil menunggu damkar datang," jelasnya.
Tak berselang lama, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD, Satpol PP, dan Damkar Djarum datang ke lokasi. Akhirnya api tersebut pun bisa dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB. "Kerugian korban ditaksir mencapai Rp 75 juta," pungkasnya.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha