Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Puluhan ribu bungkusan berkat kecil nasi uyah asem khas buka luwur makam Sunan Kudus telah dibagikan mulai Kamis (19/8/2021) dini hari tadi.

Bungkusan berkat kecil nasi uyah asem tersebut, tak hanya dibagikan untuk masyarakat umum, namun juga untuk narapidana yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kudus, dan juga tahanan yang masih berada di Polres Kudus.

Pagi tadi, Kepala Unit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan telah mendistribusikan nasi uyah asem tersebut ke Rutan Kudus.

Menurutnya, ada sekitar 200-an bungkus berkat kecil nasi uyah asem yang didistribusikan untuk narapidana dan penjaga di rutan.

"Di Rutan itu ada 200-an untuk napi dan penjaga. Di polres sekitar seratusan bungkus untuk tahanan dan penjaganya, ada juga yang didistribusikan ke masing-masing polsek atau koramil," katanya.

Menurutnya, pembagian nasi khas buka luwur untuk napi atau tahanan di Kudus itu, menjadi simbol budaya dan toleransi yang sangat kuat seperti yang diajarkan oleh Sunan Kudus.

Begitu juga, penerimanya pun menurutnya bukan dari kalangan muslim saja, melainkan beberapa nonmuslim juga ada yang menerima.

"Itu bentuk bahwa mereka (para napi/tahanan, red) itu tidak dikucilkan, maka itu akan sedikit banyak berpengaruh bagi napi karena sudah diperhatikan. Dengan harapan para napi tidak mengulangi kriminal. Ada juga beberapa eks napi  yang dapat nasi buka luwur, " jelasnya.
"Itu bentuk bahwa mereka (para napi/tahanan, red) itu tidak dikucilkan, maka itu akan sedikit banyak berpengaruh bagi napi karena sudah diperhatikan. Dengan harapan para napi tidak mengulangi kriminal. Ada juga beberapa eks napi  yang dapat nasi buka luwur, " jelasnya.Terpisah, Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis menjelaskan, ada dua model yang digunakan untuk pendistribusian kali ini. Pertama menggunakan kupon untuk masyarakat yang bersedekah acara Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1442 H.baca: 24.605 Berkat Nasi Buka Luwur Makam Sunan Kudus Dibagikan ke Sembilan KecamatanKedua yakni, sistem pembagian ke masyarakat langsung melalui masing-masing koordinator yang tersebar di sembilan kecamatan di Kudus. Total ada 24.605 bungkusan berkat kecil yang telah dibagikan."Untuk polsek, polres, dan Rutan Kudus itu ada sekitar 600-an bungkus, ada juga untuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu ada 150 bungkus. Untuk Rutan dan FKUB pemberian nasi uyah asem Buka Luwur baru berjalan dua tahun ini, sebelum pandemi memang tidak ada," jelasnya.Diketahui,  tahun ini panitia Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus meniadakan kembali antrean masyarakat umum untuk mendapatkan nasi uyah asem Buka Luwur itu. Pasalnya, pandemi Covid-19  hingga saat ini masih belum usai. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler