Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus -  Dugaan pemotongan insentif tenaga Kesehatan (nakes) di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, kini tengah diperiksa Polda Jateng. Para petinggi rumah sakit pelat merah ini pun mengaku kaget dengan munculnya kasus ini.

Pasalnya, pihak manajemen atau direksi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus mengaku tidak mengetahui adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh kepolisian. Pihak manajemen tak menerima pemberitahuan ataupun surat tentang pemeriksaan dugaan kasus ini.

"Manajemen sama direksi itu kaget, masalahnya tidak tahu apa-apa. Tidak ada pemberitahuan lisan atau surat tertulis untuk direktur, tidak ada. Jadi belum tahu permasalahanya di mana," ujar sumber di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Sabtu (21/8/2021).

Secara teknis adminstrasi terkait insentif nakes, lanjutnya manajemen RSUD Kudus sendiri sudah mengikuti prosedur. Di mana, dana insentif nakes langsung masuk ke rekening masing-masing nakes penerima.

"Tidak ada penyunatan yang dilakukan direksi, (dana insentif nakes, red). Karena insentif full utuh masuk ke rekening masing-masing. Jadi kalau dikatakan adanya pemotongan manajemen juga bingung. Secara tertulis ataupun lisan tidak ada dari direksi ataupun manajemen yang mengatakan adanya pemotongan," jelasnya.

Baca: Dana Insentif Nakes RSUD Kudus Diduga Disunat, Polda Jateng Turun Tangan

Disebutkan, kini pihak manajemen RSUD tengah melakukan klarifikasi terhadap jajaran internalnya satu-persatu. Termasuk nakes-nakes yang dimungkinkan terlibat juga akan dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan internal.
Disebutkan, kini pihak manajemen RSUD tengah melakukan klarifikasi terhadap jajaran internalnya satu-persatu. Termasuk nakes-nakes yang dimungkinkan terlibat juga akan dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan internal."Kami maksimalkan evaluasi internal dulu, nanti baru bisa temukan titik permasalahan dan kronologisnya seperti apa. Adanya isu untuk bagian lain nanti kami lidik dan investigasi, nakes-nakes yang dipanggil kemarin untuk dimintai klarifikasi oleh manajemen persoalan yang ada sebenarnya seperti apa," jelasnya.Lebih lanjut, ketika nanti pemeriksaan dan evaluasi internal telah berjalan dan menemukan titik terang, manajemen RSUD Kudus akan memberikan keterangan lebih lanjut.Manajemen memastikan selama ini telah mengikuti prosedur dan memaksimalkan penanganan pasien Covid-19."Jadi kami harus kroscek dan investigasi terlebih dahulu (jika dimungkinkan ada oknum yang diperiksa, red), yang diperiksa siapa, terus untuk apa, karena memang tidak kami tidak mengetahui adanya pemeriksaan. Jika proses investigasi internal yang kami lakukan sudah selesai, nanti akan kami beri keterangan kembali untuk rekan pers," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler