Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kepulan asap hitam yang keluar dari cerobong pembakaran limbah (insinerator) RSUD dr Loekmono Hadi Kudus diprotes warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (24/8/2021).

Direksi RSUD dr Loekmono Hadi Kudus pun langsung merespon dan menggelar audiensi dengan kepala desa dan perwakilan warga.

Wakil Direktur RSUD Kudus Sugiarto menjelaskan, pihak rumah sakit akan melakukan perbaikan insinerator yang saat ini dikeluhkan warga. Pihaknya juga telah sepakat, sebelum perbaikan selesai, insinerator tersebut tidak digunakan.

"Warga juga akan dilibatkan untuk pengawasan perbaikan, saat uji coba, dan pengawasan untuk pemeliharaan rutin. Dengan tujuan agar asap yang keluar sesuai standar. Kami libatkan CV Jappa Indonesia untuk perbaikan dan pemeliharaan," katanya.

Baca: Diprotes, Asap Hitam dari Cerobong RSUD Kudus Bikin Warga Mangkel

Setelah perbaikan, lanjut dia, pihak rumah sakit akan menjamin asap yang keluar dari insinerator nantinya akan sesuai standar lingkungan hidup. Insinerator itu digunakan untuk pembakaran limbah rumah tangga dan limbah medis dari rumah sakit.

"Sebenarnya dulu sudah pernah ada perbaikan, tapi memang ini ada yang perlu diperbaiki lagi. Kami juga akan lakukan kontrak servis rutin untuk pemeliharaan," ujarnya.
"Sebenarnya dulu sudah pernah ada perbaikan, tapi memang ini ada yang perlu diperbaiki lagi. Kami juga akan lakukan kontrak servis rutin untuk pemeliharaan," ujarnya.Sementara owner CV Jappa Indonesia Rezi Wirdiyatul Chandra menyebut, munculnya asap hitam dari cerobong itu karena ada kerusakan pada sparepart insinerator. Sehingga asap yang keluar tidak sesuai dengan standar lingkungan hidup.Baca: Benarkan Ada Pemotongan Insentif Nakes RSUD Kudus, Bupati: untuk Solidaritas Sesama NakesPihaknya juga akan mengganti beberapa sparepart yang kini telah dalam kondisi rusak seperti burner. Selain itu, idealnya servis rutin bisa dilakukan dua pekan hingga dua bulan sekali."Seharusnya memang perlu diservis rutin. Makanya ini dari pihak rumah sakit juga sudah berkenan untuk servis rutin. Kalau yang dua pekan sekali itu bisa langsung dari operator, untuk yang dua bulan itu bisa rutin dari teknisi," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler