Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Pemerintah Desa Janggalan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus membuat inovasi 'Gelaran Dagangan Rakyat (Geladra)’ di Kompleks balai desa setempat, Rabu (1/9/2021). Alhasil, Balai Desa Janggalan berubah menjadi pasar dadakan.

Geladra ini digelar untuk kembali menggeliatkan perekonomian UMKM di desa setempat.

Sedikitnya, ada sepuluh UMKM yang menggelar dagangan ada yang kelompok, ada pula yang perseorangan. Terlihat pula, sejumlah warga hingga para santri pondok desa setempat berdatangan membeli dagangan UMKM yang telah digelar.

Kepala Desa Janggalan Noor Aziz mengatakan, Geladra digelar merupakan serangkaian kegiatan untuk menyambut buka luwur Mbah Djenggolo (sesepuh desa setempat, red).

Biasanya prosesi buka luwur Mbah Djenggolo yang digelar pada hari Jumat terakhir bulan Muharram itu, dengan serangkaian acara keagamaan.

"Kami ingin menyinergitaskan buka luwur dengan kegiatan sosial ekonomi. Kami batasi sepuluh UMKM, agar bisa untuk penambahan pendapatan penghasilan warga di masa pandemi. Geladra rencananya kami gelar dua hari sampai besok," katanya, Rabu (1/9/2021).

UMKM yang terlibat, lanjut dia, bukan hanya UMKM dari perseorangan masyarakat. Ada juga dari kelompok UMKM ibu-ibu Jamiyah Manakib dan Nariyah desa setempat.Ia menjelaskan, ada berbagai macam produk UMKM yang diperjualbelikan di momen buka luwur tersebut. Mulai dari pakaian, aksesoris, masker, kuliner basah, hingga kuliner kering."Biasanya, berziarah ke makam Mbah Djenggolo menjadi agenda tahunan santri-santri pondok pesantren yang ada di desa kami. Jadi mereka (santri) ataupun warga sekitar bisa bersedekah dengan cara melarisi produk-produk yang dijual UMKM," jelasnya.Diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Sejumlah sarana cuci tangan sudah dipersiapkan, pengunjung juga wajib memakai masker dan imbauan tentang protokol kesehatan pun juga sudah ditempel di berbagai titik strategis. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler