Harga Telur Anjlok Bikin Peternak di Kudus Kelimpungan
Yuda Auliya Rahman
Selasa, 21 September 2021 17:02:38
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Anjloknya harga telur ayam membuat para peternak ayam petelur terpukul. Pasalnya, penurunan harga yang cukup tajam tidak sesuai dengan pengeluaran biaya perawatan dan pakan.
Salah satunya perternakan ayam petelur di Desa Lau, Kecamatan, Dawe, Kabupaten Kudus, yang dimiliki Guntur Bayu Pratomo. Ia merasakan dampak anjloknya harga penjualan telur dari kandang. Menurutnya, harga telur sudah berangsur turun semenjak enam bulan lalu.
"Awalnya itu masih 20 ribu per kilogram enam bulanan lalu, dan berangsur turun terus sampai sekarang ini diangka Rp 15 ribu per kilogram dari peternak, dan semenjak itu juga tidak pernah naik," katanya, Selasa (21/9/2021).
Anjloknya harga telur makin diperparah seiring masuknya pasokan telur yang berasal dari wilayah Jawa Timur yang harganya jauh dibawah harga peternak di Kudus.
Apalagi ditambah dengan harga pakan pabrikan yang kini cukup tinggi di angka Rp 335 ribu per 50 kilogram untuk 500 ekor ayam dalam sehari. Lima bulan lalu disebutnya, harga pakan pabrikan masih sekitar Rp 305 ribuan.
"Jadi ada pasokan telur dari Jawa Timur yang masuk lebih murah, yang bisa tambah menekan angka harga dari peternak ayam petelur lokal Kudus. Sering kali, itu jadi perbandingan tengkulak, " ucapnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Guntur Bayu mengambil telur di kandang ayam miliknya. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Anjloknya harga telur ayam membuat para peternak ayam petelur terpukul. Pasalnya, penurunan harga yang cukup tajam tidak sesuai dengan pengeluaran biaya perawatan dan pakan.
Salah satunya perternakan ayam petelur di Desa Lau, Kecamatan, Dawe, Kabupaten Kudus, yang dimiliki Guntur Bayu Pratomo. Ia merasakan dampak anjloknya harga penjualan telur dari kandang. Menurutnya, harga telur sudah berangsur turun semenjak enam bulan lalu.
"Awalnya itu masih 20 ribu per kilogram enam bulanan lalu, dan berangsur turun terus sampai sekarang ini diangka Rp 15 ribu per kilogram dari peternak, dan semenjak itu juga tidak pernah naik," katanya, Selasa (21/9/2021).
Anjloknya harga telur makin diperparah seiring masuknya pasokan telur yang berasal dari wilayah Jawa Timur yang harganya jauh dibawah harga peternak di