Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah memperbolehkan kampus menggelar kuliahan tatap muka terbatas, untuk wilayah PPKM level 1-3.

Sejumlah universitas di berbagai daerah pun telah mulai mempersiapkan perkuliahan tatap muka terbatas. Salah satunya Universitas Muria Kudus (UMK).

Rektor UMK Prof Darsono mengatakan, rencananya, kuliah tatap muka akan mulai digelar pada pertengahan Oktober 2021.

"Paling cepat semoga nanti pertengahan Oktober akan mulai kuliah tatap muka. Tapi bukan berarti tatap muka penuh, masih tatap muka selektif dan terbatas," katanya, Rabu (22/9/2021).

Ia menjelaskan, perkuliahan tatap muka nanti akan diprioritaskan untuk mata kuliah yang bersifat praktikum. Begitu juga dengan mahasiswanya, harus sudah vaksin Covid-19 dan mendapatkan izin dari orang tua.

"Yang belum vaksin, belum boleh kuliah tatap muka. Jadi nanti modelnya campuran, ada sebagian di kelas ikut kuliah tatap muka ada juga yang disiarkan melalui daring," ujarnya.

Lebih lanjut ia menyebut kini pihak kampus tengah menggodok aturan, ataupun teknis untuk menggelar perkuliahan tatap muka terbatas. Seluruh sarana prasarana protokol kesehatan dipastikan lengkap terlebih dahulu.

Baca: Polres Kudus dan BEM UMK Suntikkan Tiga Ribu Dosis VaksinBegitu juga skema saat mahasiswa masuk, penataan mahasiswa di kelas,  jumlah kelas yang perlu dibuka hingga jam pelaksanaanya pun tengah diatur."Kami juga harus izin ke Dikti dan satgas daerah. Kemudian menyiapkan satgas ruang, mengatur protap ruangan, perisapan tracing mengantisipasi adanya kemungkinan paparan, dan itu harus ada evaluasi secara berkala," imbuhnya.Sebagai informasi, UMK telah melakukan pendataan bagi mahasiswanya yang telah tervaksin.  Alhasil dari pendataan yang dilakukan baru 2.000 mahasiswanya yang telah divaksin. Ditambah lagi sekitar 1.500-an mahasiswa mengikuti vaksinasi hari ini.Sementara jumlah keseluruhan mahasiswa UMK Kudus mencapai 11.800 mahasiswa. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler