Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - M Destari Andryasmoro, Kepala Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus ini, mempunyai cara tersendiri untuk berolahraga dan meregangkan otot tubuh. Yakni dengan mamacu adrenalin menggunakan motor trail.

Di tengah kesibukannya memimpin Desa Colo, Aan sapaan akrabnya selalu meluangkan waktu dua kali sebulan di hari libur untuk meregangkan otot dengan memacu motor trailnya mengitari jalur-jalur ekstrem yang ada di seputaran hutan lereng Pegunungan Muria.

"Sehat saat ini itu kebutuhan. Selain memang hobi, ngetrail ke hutan juga bisa untuk olahraga meregangkan otot-otot tubuh. Karena medan yang dilewati pasti terjal dan berkelok-kelok, bisa menjadikan otot tubuh menjadi regang," katanya, Senin (18/10/2021).

[caption id="attachment_246872" align="alignleft" width="880"] Aksi M Desatari Andryasmoro saat trabasan di hutan. (MURIANEWS/Istimewa)[/caption]

Selain untuk olahraga dan menyalurkan hobi, menyusuri jalur-jalur di kawasan hutan pegunungan Muria bisa juga dijadikan sebagai alternatif untuk mengetahui kondisi Muria dari dekat.

"Dengan ngetrail trabasan ke hutan kita punya inspirasi untuk melestarikan hutan Muria khususnya di kawasan Desa Colo," ucap pria kelahiran 31 Desember 1982 itu.Ada beberapa jalur trail di lereng Pegunungan Muria yang kerap dituju bersama beberapa temanya. Seperti, Desa Colo, Desa Rahtawu, hingga di wilayah Jolong Kabupaten Pati. Beberapa dari lokasi tersebut terdapat jalur ekstrim yang menantang adrenalin."Di wilayah Colo, kebanyakan di sekitar perkebunan kopi. Di Ternadi ada tanjakan Menara Eiffel, tanjakan kapolres, dan tanjakan semampir. Yang ekstrem di daerah Jolong namanya tanjakan Grandong," ucapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler