Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Film animasi berjudul Sabda Alam buatan siswa SMK Raden Umar Said (RUS) Kudus mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Film ini membawa pesan yang mendalam tentang kelestarian alam.

Film singkat ini bercerita tentang burung-burung endemik Nusantara yang terancam punah karena aksi perburuan liar. Seperti burung rangkong, jalak bali, kakak tua jambul kuning hingga burung ekek keling.

Film ini dinilai cukup sukses mengedukasi tentang pelestarian alam, dan menarik perhatian publik.

Sejak diunggah pada 12 September 2021, film ini telah dilihat 2,9 juta kali di kanal youTube RUS Animation Studio.

Sejumlah publik figur hingga pejabat negara juga takjub dan memuji karya anak bangsa itu.

Nur Hamid, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Ternadi BKP Muria Patiayam, KPH Pati.

Ia sangat mengapresiasi film buatan siswa SMK RUS Kudus itu. Pasalnya film itu akan sangat membantu mengedukasi masyarakat pentingnya pelestarian lingkungan hidup beserta ekosistemnya.

"Filmnya sangat bagus, ada pesan edukasi dan kampanye kepada masyarakat supaya tidak melakukan perburuan satwa. Tentunya kami sangat mendukung film itu," katanya, Jumat (29/10/2021).

Lalu Bagaimana kondisi di wilayah hutan Pegunungan Muria?

Ia menjelaskan, dari pantauannya di kawasan Hutan Muria perburuan liar sudah sangat jarang didapati. Artinya, masyarakat sudah semakin paham akan pentingnya pelestarian ekosistem lingkungan hidup.Baca: Air Mata Dian Sastro Menetes Tonton Film Buatan Siswa SMK RUS KudusBahkan, menurutnya elang bido hingga macan tutul sampai sekarang masih bisa ditemui di kawasan Hutan Muria."Setiap saya patroli, jarang sekali ada orang berburu. Di Kawasan hutan Muria itu berdasarkan kamera trap yang dipasang BKSDA dan Djarum masih terlihat ada macan tutul hingga rusa. Untuk burung seperti elang bido, cucak hijau, trucukan, gentilang, itu juga masih ada," ucapnya.Baca: Sandiaga Uno, Sri Mulyani hingga Ganjar Puji Film Animasi Buatan Siswa KudusLebih lanjut ia menyebut, masyarakat saat ini harus turut mendukung pelestarian satwa-satwa yang masih dapat ditemukan di kawasan hutan Muria. Sehingga, keseimbangan ekosistem lingkungan bisa tetap terjaga."Satwa-satwa yang ada di hutan harus dilestarikan. Agar generasi muda dan anak cucu kita kelak bisa tetap mengetahui sejumlah satwa yang hidup di kawasan Muria, jadi bukan hanya lewat dongeng," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler