Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Banjir bandang menerjang wilayah permukiman penduduk di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (2/11/2021). Banjir menerjang sekitar pukul 15.00 WIB.

Banjir bandang tersebut terjadi usai hujan lebat dan sungai di desa itu meluap akibat tak kuat menampung derasnya aliran air kiriman dari Pegunungan Kendeng.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam banjir bandang itu. Namun, ada dua rumah yang sebagian bangunannya turut hanyut terbawa banjir.

Kepala Desa Wonosoco, Setyo Budi mengatakan, banjir bandang di desanya terjadi cukup lama dengan ketinggian sekitar 50-70 cm. Ada sejumlah rumah di desanya yang mengalami kerusakan cukup berat akibat luapan air yang disertai lumpur.

Rumah milik Pariyem bagunan pada bagian dapur hanyut tersapu banjir. Perabotan di dalam dapur juga hanyut terbawa banjir.

Begitu juga rumah milik Bambang Gunadi yang dinding belakang rumah jebol. Kedua rumah tersebut berada di RT 1 RW 1.

"Rumah Pak Sarikin juga terdampak di RT 3 RW 1, mengalami kerusakan. Banjir bandang sekitar pukul 15.00 WIB," katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (2/11/2021).

Baca: Ratusan Rumah di Klambu Grobogan Diterjang Banjir Bandang

Sementara Camat Undaan Rifa'i menjelaskan, banjir bandang tersebut diakibatkan sungai yang sudah tidak kuat menampung kiriman air dari Pegunungan Kendeng. Selain rumah yang mengalami kerusakan, sejumlah rumah juga kemasukan air beserta lumpur."Rumah yang dipinggir sungai itu terdampak. Kerusakan rumah rusak parah hingga roboh itu ada dua, yang rusak sedang ada sekitar 12-15 rumah. Sedangkan yang rusak ringan itu ada sekitar 15 rumah," ungkapnya.Dari pantauan MURIANEWS, menjelang petang air sudah mulai surut. Sejumlah relawan dari BPBD, TNI-Polri, PMI, MDMC dan sejumlah warga tengah membantu proses evakuasi hingga pembersihan.Terlihat juga sejumlah mobil tangki air yang berdatangan untuk membantu pembersihan rumah yang dipenuhi lumpur. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha https://www.youtube.com/watch?v=C5Faov4RFfQ

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler