Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Puluhan warga Desa Undaaan Kidul, Kudus mendatangi balai desa setempat, Rabu (3/11/2021). Mempersoalkan sejumlah permasalahan di desa, dan mengajukan tuntutan untuk perbaikan.

Kepala Desa (Kades) Undaan Kidul Kudus Suroto buka suara. Menurutnya sejumlah kritikan warga itu bisa menjadikan bahan evaluasi semasa kepemimpinannya.

Ia berjanji akan menyesuaikan kebijakan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami ambil positifnya, jika ada kebijakan yang harus kami ubah, dan itu baik untuk masyarakat pasti kami lakukan. Ini bisa jadi evaluasi letak kekurangan dalam pemerintahan yang saya pimpin, " katanya.

Ia menjelaskan sejumlah tuntunan masyarakat khususnya yang mengarah kepada Gapoktan nantinya akan kembali digodok. Pihaknya tak menutup kemungkinan organisasi gapoktan bisa dirembuk ulang.

"Itu bisa kami review lagi, ini baru digodok lagi, (Gapoktan, red)," ucapnya.

Baca: Warga Undaan Kidul Kudus Ramai-Ramai Datangi Balai Desa, Tuntut soal Ini

Pihaknya juga menyatakan sanggup untuk memberantas adanya pungli-pungli yang masih dilakukan oknum-oknum perangkat desanya saat melayani masyarakat. Dengan memberi pembinaan hingga peringatan kepada oknum tersebut.

"Kalaupun misal ada itu oknum, saya sendiri tidak mengetahui pungli nominalnya berapa. Akan kami tindaklanjuti, kami benahi dengan kasih peringatan kepada yang bersangkutan," ujarnya.

Sementara pihaknya sendiri mengaku janji untuk memberikan dana Rp 200 juta per kadus di desanya memang belum bisa terealisasi akibat Covid-19. Rencananya dana yang digunakan untuk membangun wilayah itu akan diambilkan dari Dana Desa.
Sementara pihaknya sendiri mengaku janji untuk memberikan dana Rp 200 juta per kadus di desanya memang belum bisa terealisasi akibat Covid-19. Rencananya dana yang digunakan untuk membangun wilayah itu akan diambilkan dari Dana Desa."Kalau sudah tidak ada Covid-19 insyaallah bisa jalan. Tahun ini ada sisa, Rp 450 juta, itu rencana kami bagikan untuk pembangunan wilayah di empat kadus," imbuhnya.Baca: Dua Kades di Kudus Keciduk di Tempat KaraokeSementara Camat Undaan Rifai Nawawi menjelaskan,  sejumlah tuntutan dari warga tersebut harus segera ditindaklanjuti dan dituntaskan. Apalagi masalah yang menyangkut transparansi keuangan harus diperjelas.Begitu juga untuk pemilihan ketua Gapoktan yang tidak sesuai dengan syarat dan rangkap jabatan. Pihaknya meminta agar pemerintah Desa bisa segera mereoganisasi kepengurusan Gapoktan dengan batas waktu akhir tahun ini."Itu juga harus diisi masyarakat petani. Kaitanya dengan pelayanan agar kepala desa menegaskan fungsi perangkat desa harus sesuai alurnya. Harus ada teguran hingga sanksi jika benar ada indikasi pungli yang dilakukan oknum perangkat desa," pungkasnya.Baca: Ini Alasan Mantan Kades di Pati Kekeh Cabuti Tiang Lampu JalanSebelumunya warga mendatangi balai desa untuk menuntut sejumlah hal. Mulai kepengurusan organisasi petani hingga pemerintahan desa yang dianggap kurang maksimal. Termasuk masalah pungli. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler