MURIANEWS, Kudus – Puluhan warga Desa Undaaan Kidul, Kudus mendatangi balai desa setempat, Rabu (3/11/2021). Mempersoalkan sejumlah permasalahan di desa, dan mengajukan tuntutan untuk perbaikan.
Kepala Desa (Kades) Undaan Kidul
Kudus Suroto buka suara. Menurutnya sejumlah kritikan warga itu bisa menjadikan bahan evaluasi semasa kepemimpinannya.
Ia berjanji akan menyesuaikan kebijakan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ambil positifnya, jika ada kebijakan yang harus kami ubah, dan itu baik untuk masyarakat pasti kami lakukan. Ini bisa jadi evaluasi letak kekurangan dalam pemerintahan yang saya pimpin, " katanya.
Ia menjelaskan sejumlah tuntunan masyarakat khususnya yang mengarah kepada Gapoktan nantinya akan kembali digodok. Pihaknya tak menutup kemungkinan organisasi gapoktan bisa dirembuk ulang.
"Itu bisa kami
review lagi, ini baru digodok lagi, (Gapoktan, red)," ucapnya.
Baca: Warga Undaan Kidul Kudus Ramai-Ramai Datangi Balai Desa, Tuntut soal IniPihaknya juga menyatakan sanggup untuk memberantas adanya pungli-pungli yang masih dilakukan oknum-oknum perangkat desanya saat melayani masyarakat. Dengan memberi pembinaan hingga peringatan kepada oknum tersebut.
"Kalaupun misal ada itu oknum, saya sendiri tidak mengetahui pungli nominalnya berapa. Akan kami tindaklanjuti, kami benahi dengan kasih peringatan kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Sementara pihaknya sendiri mengaku janji untuk memberikan dana Rp 200 juta per kadus di desanya memang belum bisa terealisasi akibat Covid-19. Rencananya dana yang digunakan untuk membangun wilayah itu akan diambilkan dari Dana
Desa.
Sementara pihaknya sendiri mengaku janji untuk memberikan dana Rp 200 juta per kadus di desanya memang belum bisa terealisasi akibat Covid-19. Rencananya dana yang digunakan untuk membangun wilayah itu akan diambilkan dari Dana
Desa."Kalau sudah tidak ada Covid-19
insyaallah bisa jalan. Tahun ini ada sisa, Rp 450 juta, itu rencana kami bagikan untuk pembangunan wilayah di empat kadus," imbuhnya.
Baca: Dua Kades di Kudus Keciduk di Tempat KaraokeSementara Camat Undaan Rifai Nawawi menjelaskan, sejumlah tuntutan dari warga tersebut harus segera ditindaklanjuti dan dituntaskan. Apalagi masalah yang menyangkut transparansi keuangan harus diperjelas.Begitu juga untuk pemilihan ketua Gapoktan yang tidak sesuai dengan syarat dan rangkap jabatan. Pihaknya meminta agar pemerintah Desa bisa segera mereoganisasi kepengurusan Gapoktan dengan batas waktu akhir tahun ini."Itu juga harus diisi masyarakat petani. Kaitanya dengan pelayanan agar kepala desa menegaskan fungsi perangkat desa harus sesuai alurnya. Harus ada teguran hingga sanksi jika benar ada indikasi pungli yang dilakukan oknum perangkat desa," pungkasnya.
Baca: Ini Alasan Mantan Kades di Pati Kekeh Cabuti Tiang Lampu JalanSebelumunya warga mendatangi balai desa untuk menuntut sejumlah hal. Mulai kepengurusan organisasi petani hingga pemerintahan desa yang dianggap kurang maksimal. Termasuk masalah pungli. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_250787" align="alignleft" width="1280"]

Kepala Desa Undaan Kidul Suroto (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Puluhan warga Desa Undaaan Kidul, Kudus mendatangi balai desa setempat, Rabu (3/11/2021). Mempersoalkan sejumlah permasalahan di desa, dan mengajukan tuntutan untuk perbaikan.
Kepala Desa (Kades) Undaan Kidul
Kudus Suroto buka suara. Menurutnya sejumlah kritikan warga itu bisa menjadikan bahan evaluasi semasa kepemimpinannya.
Ia berjanji akan menyesuaikan kebijakan yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami ambil positifnya, jika ada kebijakan yang harus kami ubah, dan itu baik untuk masyarakat pasti kami lakukan. Ini bisa jadi evaluasi letak kekurangan dalam pemerintahan yang saya pimpin, " katanya.
Ia menjelaskan sejumlah tuntunan masyarakat khususnya yang mengarah kepada Gapoktan nantinya akan kembali digodok. Pihaknya tak menutup kemungkinan organisasi gapoktan bisa dirembuk ulang.
"Itu bisa kami
review lagi, ini baru digodok lagi, (Gapoktan, red)," ucapnya.
Baca: Warga Undaan Kidul Kudus Ramai-Ramai Datangi Balai Desa, Tuntut soal Ini
Pihaknya juga menyatakan sanggup untuk memberantas adanya pungli-pungli yang masih dilakukan oknum-oknum perangkat desanya saat melayani masyarakat. Dengan memberi pembinaan hingga peringatan kepada oknum tersebut.
"Kalaupun misal ada itu oknum, saya sendiri tidak mengetahui pungli nominalnya berapa. Akan kami tindaklanjuti, kami benahi dengan kasih peringatan kepada yang bersangkutan," ujarnya.
Sementara pihaknya sendiri mengaku janji untuk memberikan dana Rp 200 juta per kadus di desanya memang belum bisa terealisasi akibat Covid-19. Rencananya dana yang digunakan untuk membangun wilayah itu akan diambilkan dari Dana
Desa.
"Kalau sudah tidak ada Covid-19
insyaallah bisa jalan. Tahun ini ada sisa, Rp 450 juta, itu rencana kami bagikan untuk pembangunan wilayah di empat kadus," imbuhnya.
Baca: Dua Kades di Kudus Keciduk di Tempat Karaoke
Sementara Camat Undaan Rifai Nawawi menjelaskan, sejumlah tuntutan dari warga tersebut harus segera ditindaklanjuti dan dituntaskan. Apalagi masalah yang menyangkut transparansi keuangan harus diperjelas.
Begitu juga untuk pemilihan ketua Gapoktan yang tidak sesuai dengan syarat dan rangkap jabatan. Pihaknya meminta agar pemerintah Desa bisa segera mereoganisasi kepengurusan Gapoktan dengan batas waktu akhir tahun ini.
"Itu juga harus diisi masyarakat petani. Kaitanya dengan pelayanan agar kepala desa menegaskan fungsi perangkat desa harus sesuai alurnya. Harus ada teguran hingga sanksi jika benar ada indikasi pungli yang dilakukan oknum perangkat desa," pungkasnya.
Baca: Ini Alasan Mantan Kades di Pati Kekeh Cabuti Tiang Lampu Jalan
Sebelumunya warga mendatangi balai desa untuk menuntut sejumlah hal. Mulai kepengurusan organisasi petani hingga pemerintahan desa yang dianggap kurang maksimal. Termasuk masalah pungli.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha