Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Tumpukan sampah memenuhi sebagian dari Bendung Wilalung yang berada di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Dari pantauan MURIANEWS Jumat (19/11/2021), ada berbagai macam jenis sampah yang menumpuk di dua pintu Bendung Wilalung Kudus, yakni pintu sepuluh dan sebelas.

Ada sampah rumah tangga, ranting pepohonan dan bambu, hingga batang pohon berukuran besar.

Pelaksana Lapang Sungai Serang, Lusi, Wulan BBWS Pemali Juana Heri Bangkit Setyadi, menyebut jika sampah-sampah itu mulai datang sejak malam tadi.

"Sampah yang menumpuk mulai semalam, masih hitungan jam. Sekitar 4 kubik sampah yang menumpuk," katanya saat ditemui di Bendung Wilalung, Jumat (19/11/2021).

Baca: WOW! Kades di Kudus Olah Sampah Plastik Jadi BBM
Baca: WOW! Kades di Kudus Olah Sampah Plastik Jadi BBMLebih lanjut ia menyebut sampah yang menumpuk itu akan segera dibersihkan. Hanya saja pembersihannya menunggu debit air kiriman dari Kelambu mulai menurun."Sampah nanti kami lakukan pembersihan setelah debit air turun. Setidaknya kisaran 400 m³/detik. Biasanya kami bersihkan secara manual," ungkapnyaSaat ini debit air dari Klambu menuju Bendung Wilalung masih cukup tinggi.  Di mana debit air dari Klambu menuju Bendung Wilalung 745 m³/detik. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler