Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Masyarakat Muhammadiyah diajak agar selalu bisa bergotong-royong atau bekerja sama dalam melakukan segala hal baik. Terlebih dalam menghadapi segala musibah yang dimungkinan bisa terjadi kapanpun, termasuk ancaman gelombang ketiga Covid-19.

Ajakan tersebut diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu'ti saat menjadi pembicara Gerakan Nasional Revolusi Mental kerja sama antara Kementerian PMK dan Pemuda Muhammadiyah Kudus, di Hotel Griptha Kudus, Jumat (19/11/2021) malam.

Acara tersebut bertemakan 'Gotong-Royong Pemuda untuk Indonesia Tangguh Hadapi Pandemi’.

Ia menjelaskan, kemungkinan terjadinya musibah gelombang tiga Covid-19 bisa saja terjadi. Apalagi pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun melanda hingga kini belum juga berakhir.

"Warga dan pemuda Muhammadiyah baiknya bisa mempersiapkan diri, bagaimana bisa saling membantu, tolong-menolong, gotong-royong dalam mengantisipasi dan menghadapi pandemi Covid-19 yamg dimungkinkan bisa terjadi kapanpun," katanya.

Baca: Bupati Antisipasi Gelombang Tiga Covid-19 Masuk Pati

Selama ini, sambung dia, masyarakat sendiri sudah memiliki pengalaman hampir dua tahun lamanya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Segala sesuatunya baik mental, iman, peralatan medis hingga logistik harus dipersiapkan kembali dengan matang untuk menghadapi kemungkinan gelombang tiga itu.

"Sehingga ketika pandemi (gelombang tiga Covid-19, red) benar terjadi, masyarakat sudah siap. Tidak gugup ataupun gagap," ucapnya.Baca: Soal Gelombang Ketiga Covid-19, IDI Kudus: Kuncinya di NataruPihaknya juga berpesan agar masyarakat tidak terlena dengan kondisi pandemi yang kini sudah melandai. Protokol kesehatan, menurutnya juga harus dimaksimalkan."Dengan disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu dilakukan itu sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya.Selain itu, kemungkinan terjadinya bencana baik longsor hingga banjir harus juga diatasi bersama. Sehingga adanya musibah-musibah tersebut jika dihadapi dan diantisipasi bersama akan meminimalkan jatuhnya korban hingga kerusakan yang bisa terjadi. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News