Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kejahatan skimming atm diduga terjadi di ATM Bank Syariah Indonesia (BSI) yang berada di depan kampus Universitas Muria Kudus (UMK). Akibatnya, ada sejumlah nasabah bank yang disebut-sebut kehilangan uang tabungan yang tersimpan di bank tersebut.

Diketahui skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu ATM dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Sehingga dengan cara tersebut pelaku bisa menggunakan informasi yang didapat dan memindahkannya ke kartu lain untuk mengambil uang yang ada di dalam kartu ATM calon korban.

Dari pantauan MURIANEWS, ATM BSI di depan Kampus UMK kini terkunci. Ada juga tulisan pemberitahuan bahwa sementara waktu ATM tidak bisa digunakan.

"Mohon maaf, untuk sementara waktu ATM tidak bisa digunakan, karena sedang ada gangguan," isi kertas infotmasi yang dipasang di ATM.

Baca: Soal Dugaan Skimming ATM BSI Kudus, Polisi Belum Terima Laporan

Dari informasi yang berhasil dihimpun MURIANEWS, ada beberapa civitas akademika UMK yang menjadi korban skimming tersebut.

Rektor UMK Prof Darsono mengatakan, memang ada beberapa civitas akademika atau karyawan UMK yang menjadi korban. Pihak Bank BSI menurutnya juga sudah datang ke kampus dan meminta agar segera melapor untuk proses penggantian.

Baca: BSI Buka Suara soal Skimming ATM di Kudus

"Ada beberapa, tapi tidak banyak. Bank BSI juga sudah datang ke kampus untuk mengonfirmasi agar jika ada yang kena bisa melapor," ucapnya melalui sambungan telepon

Sementara Wakil Rektor UMK Dr Sholekan juga menyebut, pihaknya telah diberitahu dari pihak BSI bahwasa ada indikasi tindak kejahatan skimming yang di ATM depan kampus.Baca: Sindikat Skimming ATM di Jateng Dibongkar Polisi, 3 Orang DiamankanInformasi tersebut diberitahukan lantaran cukup banyaknya karyawan dan civitas akademika UMK yang gajinya dibayar melalui bank tersebut."Dari pihak bank BSI itu pemberitahuannya Jumat pekan kemarin. Beberapa karyawan memang ada yang gajinya melalui BSI," katanya saat ditemui di Kampus UMK.Kemudian, sambung dia, melalui pesan WhatsApp grup pihaknya menginformasikan kepada jajaran civitas akademika UMK agar bisa mengecek tabungan jika ada indikasi transaksi yang mencurigakan bisa segera melaporkan ke pihak bank.Baca: Satu dari Tiga Terduga Pelaku Skimming di Jateng Warga TurkiMeski demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti ada berapa jumlah civitas akademika yang menjadi korban kejahatan skimming."Jadi kami imbau jika ada transaksi yang tidak benar untuk bisa melaporkan langsung ke BSI. Sehingga kami tidak tau kalau misalnya ada dari pihak universitas yang menjadi korban," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler