Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Dalam satu bulan terakhir, Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus telah dilanda dua kali banjir bandang. Bahkan, rumah warga ada yang sampai rusak dan hanyut akibat banjir tersebut.

Banjir bandang terjadi pada yanggal 2 dan 30 November 2021 lalu. Air bercampur lumpur kiriman dari Pegunungan Kendeng pun sempat menggenangi permukiman.

Banjir bandang kerap melanda desa tersebut setelah sungai tak mampu menahan air kiriman dari Pegunungan Kendeng. Padahal, sungai di desa tersebut sudah berulang kali dilakukan normalisasi dan pelebaran.

"Akhir tahun ini sudah dua kali banjir bandang, tanggal 2 sama 30 November 2021," kata Kepala Desa Wonosoco Setyo Budi, Rabu (1/12/2021).

Bac: Banjir Terjang Wonosoco Kudus, Dapur Dua Rumah Hanyut

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir bandang tersebut. Hanya saja, sambung dia, lima rumah warga baik sebagian dinding hingga dapur hanyut terbawa air.

Bahkan menurutnya, banjir bandang tersebut mengakibatkan warganya trauma hingga saat hujan turun ada warganya yang tak berani tidur di rumah."Itu sampai perabotan rumah tangga, dagangan warga, hingga perabotan dapur juga hanyut terbawa air. Ada juga barang-barang elektronik yang rusak. Yang terakhir banjir bandang kemarin dapur dua rumah warga hanyut," ungkapnya.Bahkan menurutnya banjir bandang sudah mulai melanda desanya semenjak satu dekade terkahir. Delapan tahun terakhir saat dirinya menjabat sudah puluhan kali melanda desa yang berada di lereng Pegunungan Kendeng tersebut."Bahayanya itu ketika di Pegunungan Kendeng yang berada di tiga kabupaten hujan lebat tapi di Wonosoco tidak hujan. Jadi masyarakat tidak bisa waspada," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler