Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kedai atau tempat usaha kopi di Kabupaten Kudus kini makin menjamur. Para pemilik kedai kopi tak berlomba-lomba menyajikan tempat yang Instagramabel hingga olahan kopi yang pas untuk menarik pelanggan.

Hanya saja, pandemi menghantam mulai tahun lalu yang cukup ganas, tak sedikit membuat sejumlah kedai kopi yang kolaps.

Ada juga yang mengambil strategi menutup sementara hingga pandemi mereda.

Salah satunya seperti kedai Retro Coffee n Food. Kedai yang dulunya berada di timur traffic light Jepang Kudus ini sempat memilih tutup pada Juni 2021.

Pasalnya, minimnya pembeli mengakibatkan masuk dan keluarnya keuangan di kedai tersebut tak seimbang.

Namun, kondisi tersebut tak membuat Owner Retro Coffee n Food Nano Yulianto menyerah begitu saja.

Baca: Pergoki Pengunjung Tak Bermasker, Plt Bupati Kudus Marahi Pengelola Kedai Kopi

Menjelang akhir tahun 2021 ia pun bangkit dan mencoba membuka kedai Retro Coffe lagi dengan lokasi yang berbeda, yakni di Food Court Muria Kuliner.

"Sejak pandemi mulai mereda, kami cari lokasi baru untuk bangkit buka kedai kopi lagi dengan nama yang sama. Akhirnya mulai 6 November 2021 Retro Coffe buka kembali di kedai nomor 15 Muria Kuliner," katanya, Sabtu (11/12/2021).

Ia menjelaskan, lokasi terbaru yang dipilihnya tersebut lantaran letaknya yang lebih strategis, mudah diakses, dan dekat dengan kampus.

Baca: Menjadi Barista Tak Sekadar Seduh Kopi, Tapi Harus Bisa IniKedai kopi yang menyajikan kopi manual brew tersebut masih mencoba peruntungan untuk bangkit dengan pangsa pasar yang baru."Kami di sini masih mencoba pasa. Kalau dibuat rata-rata setiap harinya kini minimal ada belasan pengunjung yang sudah datang," ucapnya.Menurutnya di kedai kopi miliknya tersebut menyediakan berbagai macam olahan kopi manual baik robusta ataupun arabika. Seperti vietnam drip, v60, americano, vanilla latte, cappucino, caramel macchiato hingga kopi lelet."Biji kopi kami pakai Muria, gayo, hingga Garut," ucapnya.Tak hanya kopi saja, di sana juga menyediakan minuman susu kekininan. Seperti taro latte, red velvet, choco oreo, milo macchiato, matcha latte, hazelnut, hingga coklat.Harganya pun tak menguras kantong. Kebanyakan menu tersebut dibanderol dengan harga Rp 10 ribu."Rice bowl dengan berbagai pilihan lauk juga kami bandrol dengan harga Rp 10 ribu. Untuk roti panggang beraneka topping kami banderol dengan harga Rp 8-10 ribu," ucapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler