Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Festival sepuluh ribu jagung digelar di wisata Pijar Park, Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu, (18/12/2021). Sesuai namanya, ribuan jagung bakar bisa sepuasnya dinikmati pengunjung yang datang ke wisata itu.

Wisatawan hanya cukup membayar tiket masuk wisata Rp 15 ribu saja.

Festival tersebut bertujuan untuk mengangkat UMKM atau PKL yang ada di kawasan wisata itu. Diketahui Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen telah meresmikan Pijar Park sebagai sentra UMKM atau PKL pada awal bulan lalu.

Di sana pengunjung juga bisa sepuasnya berswafoto bersama keluarga atau rombongan. Spesial dalam festival ini, pengunjung juga disuguhkan dengan tontonan pagelaran budaya. Seperti, karawitan, tari-tarian, hingga kesenian barongan.

Direktur Wana Wisata Pijar Park, Yusuf mengatakan, festival sepuluh ribu jagung digaungkan untuk mengangkat perekonomian para petani Jagung, di wilayah Kota Kretek dan sekitarnya.

Jagung yang digunakan merupakan jenis jagung manis yang didapatkannya dari Kudus dan Semarang.

"Dari Kudus kami hanya mendapatkan dua ribuan jagung manis. Sisanya, kami dapatkan dari Bandungan Semarang," katanya, Sabtu, (18/12/2021).

Festival sepuluh ribu jagung itu, sambung dia, juga untuk menginspirasi puluhan usaha kecil mikro menengah (UMKM) yang ada di kawasan wisata tersebut. Sehingga, para UMKM yang merupakan warga sekitar bisa terinspirasi aneka makanan yang bisa dijual melalui dengan bahan baku jagung.

"Di sini, ada 25 UMKM dari masyarakat sekitar. Setidaknya mereka bisa terinspirasi makanan yang laku bukan hanya makanan modern saja, tapi makanan tradisional dengan bahan jagung juga banyak diminati," ucapnya.
"Di sini, ada 25 UMKM dari masyarakat sekitar. Setidaknya mereka bisa terinspirasi makanan yang laku bukan hanya makanan modern saja, tapi makanan tradisional dengan bahan jagung juga banyak diminati," ucapnya.Baca: Hartopo Akan Larang Orang Luar Kota Piknik di Kudus di Tanggal-Tanggal IniSementara Kepala Desa Kajar Bambang TS menjelaskan, festival sepuluh ribu jagung itu untuk meningkatkan pereknomian masyarakat Desa Kajar.Even serupa sudah dua kali digelar, pertama mengangkat kopi dan yang kedua mengangkat jagung."Kali ini giliran kami ingin meningkatkan nilai ekonomi petani jagung khususnya yang ada di Desa Kajar dan sekitarnya. Begitu juga untuk UMKM bisa mengembangkan berbagai olahan makanan yang berbahan dasar jagung," ucapnya.Berbagai even yang telah digelar, lanjut dia, tak terlepas dari bimbingan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus yang telah mendorong Desa Kajar untuk semakin berkembang menjadi desa wisata."Yang awalnya kami belum tahu pasti akan potensi wisata, sekarang kami bangkit untuk mengembangkan wisata. Sehingga berdampak kepada perekonomian masyarakat yang meningkat," ujarnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler