Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kabupaten Kudus memiliki berbagai macam busana khas, yang menunjukkan Kota Kretek memiliki ciri perpaduan budaya empat negeri. Yakni, Jawa, China, Arab, dan Eropa.

Sedikitnya ada lima busana budaya khas Kudusan yang dimiliki, yakni busana pengantin Kudusan tata kaji, busana gaya saudagar muslim, busana gaya saudagar pranaan, busana kudusan jas koko, busana kudusan jas koko lan caping kalo (pedagang dan berkerudung).

Kelima busana tersebut diperkenalkan dan diperagakan di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (20/12/2021) malam. Ditampilkannya kelima busana budaya khas Kudusan itu, sebagai upaya melestarikan dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, Kabupaten Kudus termasuk kota yang cukup kecil, namun memiliki potensi budaya yang cukup luas. Terbukti, dengan adanya julukan Kudus kota empat negeri perpaduan Jawa, China, Arab, dan Eropa.

[caption id="attachment_259767" align="alignleft" width="1280"] Busana pengantin toto kaji khas Kabupaten Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]

"Busana khas Kudus memang perlu harus digali, dicari sisi meliknya, dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat," katanya.

Baca: Mengenal Baju Pengantin Khas Kudus yang Kini Terancam PunahJulukan Kudus kota empat negeri itu, sambung dia, merupakan julukan menarik yang bisa membuat penasaran wisatawan yang akan datang. Sehingga Kudus sendiri bisa memiliki kekhasan dengan berbagai macam budaya yang dimilikinya.Sementara Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah menjelaskan, pagelaran busana khas Kudusan memang bertujuan menggeliatkan kembali kearifan lokal tersebut. Pihaknya tidak ingin Kudus yang memiliki segudang budaya itu terlupakan."Ini kearifan lokal, suatu budaya peninggalan nenek moyang yang sangat perlu dilestarikan dan digeliatkan kembali. Jangan sampai musnah. Kami juga sudah membahas perda tentang busana khas kudusan itu agar tetap terjaga," ucapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler