Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Di Kabupaten Kudus, ternyata masih ditemukan rumah ‘gubuk’ yang ditinggali satu keluarga. Rumah itu ada di Dusun Ngelo Rt3/Rw3 Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.

Selain masih beralaskan tanah dan berdinding anyam bambu, rumah itu hanya memiliki luas sekitar 3,5 meter x 5 meter. Rumah tersebut diketahui dihuni Syarif (35) dan istrinya, Anita (30) beserta tiga anaknya.

Rumah tersebut juga hanya memiliki satu kamar, kemudian dapur hingga kamar mandi pun jadi satu dilingkup rumah yang tak begitu luas itu.

“Dapur dan kamar mandi ya jadi satu di rumah ini, (bersebelahan,red),” ucap Anita si pemilik Rumah.

Sehari-hari suami Anita bekerja sebagai kuli bangunan di Kudus. Sementara, dirinya hanya seorang buruh harian lepas yang membantu perkerjaan menjahit.

Baca juga: Targetkan 10 Ribu Baru, Program Rehab RTLH Jepara Baru Terealisasi Empat Ribu

“Kalau saya menjahit garapan tas, satu dosennya 40 ribu, satu pekan itu dikasih empat dosen. Jadi sekitar Rp 160 ribu, kadang juga lebih,” ucapnya.
“Kalau saya menjahit garapan tas, satu dosennya 40 ribu, satu pekan itu dikasih empat dosen. Jadi sekitar Rp 160 ribu, kadang juga lebih,” ucapnya.Sebelumnya, sempat berhembus kabar, jika keluarga itu belum pernah meneriima bantuan apapun dari pemerintah. Namun, Anita membantah kabar tersebut.Anita mengatakan, keluarganya telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) ataupun Bantuan Sosial Tunai (BST).“Selama ini sudah dapat bantuan BLT sama BST. BLT itu sudah dapat sekitat 11 bulan, kalau BST dua bulanan,” ungkapnya.Pihaknya sangat berharap agar perekonomian keluarganya kedepan bisa semakin baik dan memliki rumah yang lebih layak. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler