Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Generasi muda merupakan calon pemegang estafet pembangunan bangsa. Mereka pun perlu turut terlibat membangun ekonomi kerakyatan untuk membantu perekonomian negara.

Ajakan itu diungkapkan Kanit Keamanan Khusus Satintelkam Polres Kudus, Iptu Subkhan. Pernyataannya itu disampaikan di depan sekitar enam puluh mahasiswa dari 13 cabang PMII Jawa Tengah dalam acara Pelatihan Kader Lanjut di Balai Budaya Eks Karesidenan.

Kegiatan itu sendiri diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kudus, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Iptu Subkhan Ajak Mahasiswa Perangi Ideologi Radikal untuk NKRI

“Setiap pemuda pada kodratnya adalah generasi penerus yaitu meneruskan nilai-nilai kebaikan pada suatu kaum (QS.At Thur:22), generasi pengganti yaitu mengganti kaum yang sudah rusak (QS. Al Maidah:54) dan generasi pembaharu yaitu memperbaiki dan membaharui kaum yang sudah rusak (QS. Maryam:42),” katanya.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang membentuk karakter seseorang, baik moral ataupun performance karakter. Dua karakter itu, terwujud dalam bentuk kesadaran, sikap, dan perilaku.

Kodrat tersebut, sambung dia, salah satu pengaruh ya ada pada keluarga, pertemanan, dan tokoh yang diidolakan.
Kodrat tersebut, sambung dia, salah satu pengaruh ya ada pada keluarga, pertemanan, dan tokoh yang diidolakan.“Sebagai kader-kader yang hidup di era digital maka setiap diri harus bisa memunculkan stigma bahwa pemuda memiliki karakter baik, sehingga keberadaannya akan selalu dibutuhkan dan diperhitungkan serta tidak sekedar menjadi pelengkap saja, juga mampu menjawab setiap tantangan,” ucapnya.Ia melanjutkan, menonjolkan sisi positif yang tidak dimiliki dengan tanpa menjatuh orang lain dan mengusai berbagai macam bidang ilmu secara maksimal perlu dilakukan. Sehingga muncul stigma pemuda adalah salah satu generasi yang menguasai banyak ilmu.“Jadilah kader yang masuk ke semua lini masyarakat dan ubahlah budaya yang jelek melalui karakter baik yang anda miliki,” ujarnya.Ketika itu semua telah berjalan maka masyarakat, bangsa dan negara ini akan terstigma sebagai masyarakat, bangsa dan negara yang memiliki karakter baik, sehingga akan lebih mudah membangun ekonomi kerakyatannya,” jelasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler