Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Kurikulum prototype 2022 segera diujicobakan di Kudus. Sebanyak 31 sekolah penggerak Kudus dari jenjang SD hingga SMP ditunjuk untuk melakukan uji coba itu.

Ternyata, sekolah yang bukan sekolah penggerak juga bisa ikut serta dalam uji coba kurikulum prototype. Itu diungkapkan Kasi Kurikulum Disdikpora Kudus Afri Shofiyaningrum.

“Yang jadi pionirnya 31 sekolah penggerak dulu. Sebenarnya, boleh bagi sekolah yang belum jadi penggerak juga boleh ikut, tergantung kesiapan sekolah,” katanya, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Kurikulum Prototype 2022 Bakal Dicoba di 30 Sekolah Kudus

Hanya saja, lanjutnya, kurikulum prototype belum tersosialisasikan secara mendetail kepada guru di sekolah bukan penggerak. Sekolah pun diperkenankan memilih satu antara tiga kurikulum, yakni kurikulum K-13, kurikulum darurat, dan kurikulum prototype.

“Konsepnya dari pusat juga belum selesai fiks. Yang sudah fiks itu memang dari sekolah penggerak,” ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, masih proses pendataan. Di mana nantinya, setiap sekolah penggerah harus diwakilkan satu guru kelas atas dan satu guru kelas bawah. Karena penanganannya nanti berbeda.
Saat ini, lanjut dia, masih proses pendataan. Di mana nantinya, setiap sekolah penggerah harus diwakilkan satu guru kelas atas dan satu guru kelas bawah. Karena penanganannya nanti berbeda.“Pengumpulan data dari sekolah penggerak itu sampai 5 Februari 2022. Jadi mereka nanti langsung terjun latihan dan setelah itu disebarkan untuk guru-guru lain. Setelah itu dari pusat menjadwalkan ulang, jadi belum tahu mulainya kapan,” jelasnya.Sementara Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Moch Zubaedi menjelaskan, kurikulum prototype sebenarnya dirancang untuk melakukan pemulihan dan mengcover pembelajaran selama pandemi Covid-19.“Dengan adanya pandemi kan banyak terjadi kelemahan dalam hal akademis. Jadi kurikulum ini untuk menutup kelemahan saat pandemi kemarin,” ucapnya.Pihaknya telah menyosialisasikan kurikulum protoype tersebut melalui masing-masing korwil. Sosialisasi tersebut dilakukan secara bertahap.“Sampai saat ini, sudah empat korwil yang melakukan sosialisasi, yakni, korwil Jekulo, korwil Mejobo, korwil Gebog, dan korwil Bae. Jadi tinggal lima korwil yang tengah berjalan," ujarnya.Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler