Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Dua pengusaha kerupuk di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus merugi jutaan rupiah. Penyebabnya, mereka kena tipu dengan membeli minyak goreng palsu.

Minyak goreng palsu yang dibeli di sejumlah jeriken, hanya berisikan air biasa dan air dengan perwarna kuning. Kedua produsen kerupuk itu yakni Siti Mutoharoh (45) dan Musmiah (58).

Siti Mutoharoh mengatakan, dari 21 jeriken minyak goreng yang dibelinya, sebanyak 20 deriken di antarannya berisikan air yang diberi pewarna kuning.

Satu jeriken yang berisi minyak goreng asli, merupakan minyak goreng yang dibawa pelaku sebagai sampel.

"Yang palsu 20 jeriken, satu jerikennya 17 kilo dan yang satu jeriken itu asli yang buat sampel. Satu kilonya Rp 16,500. Total 21 jeriken itu Rp 5,89 juta," katanya, Rabu (16/2/2022).

Puluhan jeriken minyak goreng yang dibelinya itu, awalnya hendak digunakan untuk memproduksi atau menggoreng kerupuk.

Baca: Awas! Minyak Goreng Palsu Beredar di Kudus

Kini karena palsu, minyak goreng tersebut akhirnya dibuang sebagian dan sebagian lagi disimpan di dalam drum berukuran besar."Akhirnya bisa goreng ya cuma sedikit, terus sebagian dibuang buat beli minyak goreng yang asli," ucapnya.Baca: Penjual Minyak Goreng Palsu di Kudus Pikat Pembeli Pakai IniSementara Musmiah menjelaskan, ada sebanyak lima jeriken yang berisikan minyak goreng palsu yang dibelinya. Jeriken berwarna biru pekat yang seharusnya berisi minyak goreng malah berisi air putih murni tanpa diberi pewarna apapun."Total lima jeriken itu satu kuintal lebih, totalnya sekitar Rp 2,06 juta. Beli minyak goreng ya buat goreng kerupuk (korban produsen kerupuk, red)," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler