Pengusaha Kerupuk Rugi Jutaan Gegara Minyak Goreng Palsu
Yuda Auliya Rahman
Rabu, 16 Februari 2022 16:05:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus - Dua pengusaha kerupuk di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus merugi jutaan rupiah. Penyebabnya, mereka kena tipu dengan membeli minyak goreng palsu.
Minyak goreng palsu yang dibeli di sejumlah jeriken, hanya berisikan air biasa dan air dengan perwarna kuning. Kedua produsen kerupuk itu yakni Siti Mutoharoh (45) dan Musmiah (58).
Siti Mutoharoh mengatakan, dari 21 jeriken minyak goreng yang dibelinya, sebanyak 20 deriken di antarannya berisikan air yang diberi pewarna kuning.
Satu jeriken yang berisi minyak goreng asli, merupakan minyak goreng yang dibawa pelaku sebagai sampel.
"Yang palsu 20 jeriken, satu jerikennya 17 kilo dan yang satu jeriken itu asli yang buat sampel. Satu kilonya Rp 16,500. Total 21 jeriken itu Rp 5,89 juta," katanya, Rabu (16/2/2022).
Puluhan jeriken minyak goreng yang dibelinya itu, awalnya hendak digunakan untuk memproduksi atau menggoreng kerupuk.
Baca: Awas! Minyak Goreng Palsu Beredar di Kudus
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu produsen kerupuk yang menjadi korban penipuan minyak goreng palsu di Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Dua pengusaha kerupuk di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus merugi jutaan rupiah. Penyebabnya, mereka kena tipu dengan membeli minyak goreng palsu.
Minyak goreng palsu yang dibeli di sejumlah jeriken, hanya berisikan air biasa dan air dengan perwarna kuning. Kedua produsen kerupuk itu yakni Siti Mutoharoh (45) dan Musmiah (58).
Siti Mutoharoh mengatakan, dari 21 jeriken minyak goreng yang dibelinya, sebanyak 20 deriken di antarannya berisikan air yang diberi pewarna kuning.
Satu jeriken yang berisi minyak goreng asli, merupakan minyak goreng yang dibawa pelaku sebagai sampel.
"Yang palsu 20 jeriken, satu jerikennya 17 kilo dan yang satu jeriken itu asli yang buat sampel. Satu kilonya Rp 16,500. Total 21 jeriken itu Rp 5,89 juta," katanya, Rabu (16/2/2022).
Puluhan jeriken minyak goreng yang dibelinya itu, awalnya hendak digunakan untuk memproduksi atau menggoreng kerupuk.
Baca: