Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Jalan alternatif Rejosari - Pelang Gading, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus rusak parah. Di sepanjang jalan tersebut banyak jalan berlubang, sehingga pengguna jalan harus lebih berhati-hati.

Akibat rusaknya jalan tersebut, ada juga warga yang terpaksa menanami lubang jalan dengan pohon pisang. Tak hanya itu, portal.penutupan pun sempat dilakukan.

Namun, tak lama aksi spontanitas itu bisa diredam warga lainnya sehingga jalan itu pun bisa dilewati kembali. Hanya saja, kondisinya tetap rusak parah.

Kepala Desa Rejosari, Aris Widiarto mengatakan, jalan rusak tersebut merupakan jalan kabupaten. Kondisi rusak sudah cukup lama, namun belum ada perbaikan.

Jalan tersebut merupakan jalan alternatif menuju Desa Margorejo yang biasa digunakan masyarakat dari berbagai desa sekitar untuk melintas agar lebih cepat.

BacaDikunjungi Kemendagri, Jalan Rusak di Hadipolo Kudus Diperbaiki Tahun Ini

"Memang itu jalannya rusak berat, yang ikut Desa Rejosari itu ndak ada satu kilometer. Semalam aksi spontanitas dari warga (menanami pohon pisang,red). Tapi terus saya datangi untuk dibuka kembali, karena itu fasilitas umum bukan hanya warga Rejosari saja yang melintas," katanya Minggu, (20/2/2022).

Sebenarnya, sambung dia, pemerintah desa sudah berupaya mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Hanya saja memang sampai sekarang belum terealisasi.
Sebenarnya, sambung dia, pemerintah desa sudah berupaya mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Hanya saja memang sampai sekarang belum terealisasi."Sudah berulang kali diusukan. Musrenbang kemarin juga sudah saya usulkan perbaikan lagi, tapi memang belum diperbaiki sudah ke kecamatan juga sudah ke dinas terkait. Tapi mungkin karena situasi yang saat ini pandemi Covid-19 jadi belum bisa diperbaiki," jelasnya.Sementara Anggota DPRD Kudus Mardiyanto menjelaskan, kondisi jalan rusak tersebut memang sudah cukup lama. Jalan tersebut awalnya jalan milik desa namun saat ini telah berganti jalan milik kabupaten yang memang belum pernah ada pembangunan ulang sejak beberapa tahun terakhir.BacaDikunjungi Kemendagri, Jalan Rusak di Hadipolo Kudus Diperbaiki Tahun Ini"Aksi warga semalam memang karena spontitanitas. Jalan rusak itu melintasi tiga desa, Rejosari, Lau, dan Margorejo dengan panjang dua kilometer. Dan yang rusak 90 persen lebih," ucapnya.Jalan tersebut, sambung dia, sudah diusulkan untuk dilakukan pembangunan sejak beberapa tahun terakhir. Namun memang sampai sekarang belum terealisasi."Mulai tahun 2018 sudah kami ajukan, mungkin dulu belum jadi prioritas. Tahun 2020 ada anggaran Rp 2 Miliar sudah masuk RKPD tapi akhirnya terkena recofusing, tahun 2021 juga belum bisa masuk lagi karena adanya Covid-19," ujarnya.Reporter : Yuda Auliya RahmanEditor: Cholis Anwar

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler