Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Perkuliahan tatap muka di Universitas Muria Kudus (UMK) masih digelar secara terbatas. Kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai, mengharuskan pihak kampus masih melakukan pembatasan yang hanya diperbolehkan separuh dari kapasitas ruangan.

Rektor UMK Prof Darsono mengatakan, UMK masih menerapkan perkuliahan tatap muka terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Pekuliahan terbatas tersebut telah berjalan sejak bulan Oktober 2021 lalu.

"Perkuliahan tatap muka terbatas dengan kapasitas 30 sampai maksimal 50 persen. Itupun hanya untuk mata kuliah yang ada praktikumnya," katanya, Kamis (24/2/2022).

Saat proses perkuliahan tatap muka terbatas berjalan, sambung dia, aturan protokol kesehatan Covid-19 juga harus berjalan disiplin. Setiap ruangan yang ada, terpasang scan barcode aplikasi PeduliLindungi dan ruangan pun selalu disterilkan secara berkala menggunakan disinfektan.

"Mahasiswa yang datang, juga harus telah tervaksin dan mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti perkuliahan tatap muka," ucapnya.

Baca: Dosen dan Karyawan UMK Kudus Divaksinasi Booster

Lebih lanjut ia menyebut, satuan tugas Covid-19 UMK yang sudah terbentuk juga mengawasi jalannya perkuliahan tatap muka dan terus melakukan evaluasi secara periodik.Apalagi, lanjut dia, saat Omicron mulai terdeteksi di berbagai daerah, pengawasan lebih ketat pun dilakukan."Alhamdulillah dari awal kami buka PTM terbatas sampai sekarang belum ditemukan hal-hal yang sekiranya membahayakan. Saat ini kami juga perketat lagi pengawasan prokes di kampus," ucapnya.Pihaknya juga akan terus mengikuti perkembangan dan instruksi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jateng dan Satgas Covid-19 Kabupaten Kudus tentang pelaksanaan perkuliahan di kampus. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler