MURIANEWS, Kudus - Memperbanyak tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara baik generatif ataupun vegetatif. Sering kali, cara vegetatif seperti mencangkok banyak dipilih karena bisa menghasilkan bibit tanaman yang kualitasnya sama atau mirip sekali dengan kualitas indukannya.
Hanya saja, tak jarang masih banyak orang yang keliru dengan cara mencangkok tersebut.
Owner Kampoeng Agro Edukasi Muria Kudus, M Nurul Hakim membagikan tips cara mencangkok tanaman yang lebih mudah dan efektif.
Ia mengatakan, saat ini mencangkok tanaman bisa dilakukan lebih mudah. Yakni dengan memanfaatkan
cocopeat yang terbuat dari gilingan sabut kelapa.
Cocopeat ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan air yang cukup lama.
"Cangkok menggunakan
cocopeat, sabut kelapa yang digiling dan mudah didapatkan di toko-toko pertanian," katanya, Jumat (25/2/2022).
Baca: Tiga Jenis Tanaman Bisa Disatukan dengan Teknik Grafting, Ini CaranyaSebelum digunakan untuk mencangkok,
cocopeat harus direndam selama sehari semalam agar air bisa menyerap dengan baik. Selain itu juga untuk mengurangi zat tannin yang ada pada serbuk kelapa.
Setelah itu,
cocopeat yang sudah ditiriskan siap untuk dicangkok.
"Lalu
cocopeat itu ditaruh diplastik untuk mencangkok, kira-kira ukuran sekitar gelas air mineral," ucapnya.
Baca: Aglaonema Berdaun Mangkuk Diburu Kolektor, Suksom Jaipong Idaman Emak-EmakLangkah selanjutnya, menentukan batang tanaman atau pohon yang akan dicangkok. Setelah terpilih, kulit batang tersebut dikerat dan dikelupas kulitnya dengan bersih.Untuk mempercepat keluarnya akar, batang yang sudah dikerat dan dibersihkan itu diberi perangsang akar yang bisa dibeli di toko pertanian ataupun menggunakan bahan alami getah bawang merah."Perangsang akar yang praktis bisa menggunakan bawang merah yang telah dibelah kemudian dioleskan ke batang. Nanti akan mempercepat keluarnya akar,” ujarnya.
Baca: Tanaman Herbal yang Baik Dikonsumsi di Masa Pandemi, Bermanfaat bagi KesehatanCocopeat yang sudah disiapkan dalam plastik kemudian diikatkan di batang dengan kencang.Batang yang telah dicangkok tersebut diperkirakan akan mulai keluar akarnya sekitar dua pekan sampai satu bulan."Untuk potong dan siap tanamnya dilihat perkembangan akar, kalau masih putih jangan dulu nanti bisa busuk akarnya. Kalau saya siap potong dan tanam minimalnya satu bulan, setelah ditanam dua pekan awal juga ditaruh di tempat teduh atau tidak terkena matahari langsung terlebih dahulu," imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha
[caption id="attachment_274739" align="alignleft" width="1280"]

Proses mencangkok dengan menggunakan media cocopeat. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus - Memperbanyak tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara baik generatif ataupun vegetatif. Sering kali, cara vegetatif seperti mencangkok banyak dipilih karena bisa menghasilkan bibit tanaman yang kualitasnya sama atau mirip sekali dengan kualitas indukannya.
Hanya saja, tak jarang masih banyak orang yang keliru dengan cara mencangkok tersebut.
Owner Kampoeng Agro Edukasi Muria Kudus, M Nurul Hakim membagikan tips cara mencangkok tanaman yang lebih mudah dan efektif.
Ia mengatakan, saat ini mencangkok tanaman bisa dilakukan lebih mudah. Yakni dengan memanfaatkan
cocopeat yang terbuat dari gilingan sabut kelapa.
Cocopeat ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan air yang cukup lama.
"Cangkok menggunakan
cocopeat, sabut kelapa yang digiling dan mudah didapatkan di toko-toko pertanian," katanya, Jumat (25/2/2022).
Baca: Tiga Jenis Tanaman Bisa Disatukan dengan Teknik Grafting, Ini Caranya
Sebelum digunakan untuk mencangkok,
cocopeat harus direndam selama sehari semalam agar air bisa menyerap dengan baik. Selain itu juga untuk mengurangi zat tannin yang ada pada serbuk kelapa.
Setelah itu,
cocopeat yang sudah ditiriskan siap untuk dicangkok.
"Lalu
cocopeat itu ditaruh diplastik untuk mencangkok, kira-kira ukuran sekitar gelas air mineral," ucapnya.
Baca: Aglaonema Berdaun Mangkuk Diburu Kolektor, Suksom Jaipong Idaman Emak-Emak
Langkah selanjutnya, menentukan batang tanaman atau pohon yang akan dicangkok. Setelah terpilih, kulit batang tersebut dikerat dan dikelupas kulitnya dengan bersih.
Untuk mempercepat keluarnya akar, batang yang sudah dikerat dan dibersihkan itu diberi perangsang akar yang bisa dibeli di toko pertanian ataupun menggunakan bahan alami getah bawang merah.
"Perangsang akar yang praktis bisa menggunakan bawang merah yang telah dibelah kemudian dioleskan ke batang. Nanti akan mempercepat keluarnya akar,” ujarnya.
Baca: Tanaman Herbal yang Baik Dikonsumsi di Masa Pandemi, Bermanfaat bagi Kesehatan
Cocopeat yang sudah disiapkan dalam plastik kemudian diikatkan di batang dengan kencang.
Batang yang telah dicangkok tersebut diperkirakan akan mulai keluar akarnya sekitar dua pekan sampai satu bulan.
"Untuk potong dan siap tanamnya dilihat perkembangan akar, kalau masih putih jangan dulu nanti bisa busuk akarnya. Kalau saya siap potong dan tanam minimalnya satu bulan, setelah ditanam dua pekan awal juga ditaruh di tempat teduh atau tidak terkena matahari langsung terlebih dahulu," imbuhnya.
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha