Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Memperbanyak tanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara baik generatif ataupun vegetatif.  Sering kali, cara vegetatif seperti mencangkok banyak dipilih karena bisa menghasilkan bibit tanaman yang kualitasnya sama atau mirip sekali dengan kualitas indukannya.

Hanya saja, tak jarang masih banyak orang yang keliru dengan cara mencangkok tersebut.

Owner Kampoeng Agro Edukasi Muria Kudus, M Nurul Hakim membagikan tips cara mencangkok tanaman yang lebih mudah dan efektif.

Ia mengatakan, saat ini mencangkok tanaman bisa dilakukan lebih mudah. Yakni dengan memanfaatkan cocopeat yang terbuat dari gilingan sabut kelapa.

Cocopeat ini mempunyai kemampuan untuk menyimpan air yang cukup lama.

"Cangkok menggunakan cocopeat, sabut kelapa yang digiling dan mudah didapatkan di toko-toko pertanian," katanya, Jumat (25/2/2022).

Baca: Tiga Jenis Tanaman Bisa Disatukan dengan Teknik Grafting, Ini Caranya

Sebelum digunakan untuk mencangkok, cocopeat harus direndam selama sehari semalam agar air bisa menyerap dengan baik. Selain itu juga untuk mengurangi zat tannin yang ada pada serbuk kelapa.

Setelah itu, cocopeat yang sudah ditiriskan siap untuk dicangkok.

"Lalu cocopeat itu ditaruh diplastik untuk mencangkok, kira-kira ukuran sekitar gelas air mineral," ucapnya.

Baca: Aglaonema Berdaun Mangkuk Diburu Kolektor, Suksom Jaipong Idaman Emak-EmakLangkah selanjutnya, menentukan batang tanaman atau pohon yang akan dicangkok. Setelah terpilih, kulit batang tersebut dikerat dan dikelupas kulitnya dengan bersih.Untuk mempercepat keluarnya akar, batang yang sudah dikerat dan dibersihkan itu diberi perangsang akar yang bisa dibeli di toko pertanian ataupun menggunakan bahan alami getah bawang merah."Perangsang akar yang praktis bisa menggunakan bawang merah yang telah dibelah kemudian dioleskan ke batang. Nanti akan mempercepat keluarnya akar,” ujarnya.Baca: Tanaman Herbal yang Baik Dikonsumsi di Masa Pandemi, Bermanfaat bagi KesehatanCocopeat yang sudah disiapkan dalam plastik kemudian diikatkan di batang dengan kencang.Batang yang telah dicangkok tersebut diperkirakan akan mulai keluar akarnya sekitar dua pekan sampai satu bulan."Untuk potong dan siap tanamnya dilihat perkembangan akar, kalau masih putih jangan dulu nanti bisa busuk akarnya. Kalau saya siap potong dan tanam minimalnya satu bulan, setelah ditanam dua pekan awal juga ditaruh di tempat teduh atau tidak terkena matahari langsung terlebih dahulu," imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler