Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Banyak pedagang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang menjual minyak goreng curah di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan, di tingkat pedagang pengecer harganya melambung tinggi mencapai Rp 19 ribu per kilogram.

Diketahui, HET minyak goreng curah sendiri saat ini ditetapkan Rp 14 ribu per-liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Tingginya harga jual minyak goreng tersebut ditemukan saat Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama dan Dandim Letkol Kav Indarto melakukan sidak di Pasar Bitingan, Kudus.

Salah seorang pedagang eceran di Pasar Bitingan Bayu (31) mengaku menjual minyak goreng curah di harga Rp 19 ribu.

Harga tersebut, dipatok lantaran minyak goreng curah yang didapatkannya dari agen sudah cukup tinggi.

"Satu kilonya itu Rp 19 ribu, dapat dari agen Rp 17 ribu satu kilonya. Baru tadi pagi beli minyak goreng curah 17 kilogram," katanya, Rabu (23/3/2022).

Baca: Kapolres dan Dandim Kudus Keliling Pantau Minyak Goreng Curah

Salah seorang pedagang grosir atau agen pasar Muhari (50) mengatakan, dalam sepekan ia mendapatkan jatah minyak goreng curah untuk dijual grosir sebanyak tiga ton. Namun, kini yang tersisa tinggal 600 kilogram.

"Memang pengiriman sempat telat, satu pekan kemarin," ucapnya.

Ia menyebut, mendapatkan minyak goreng curah tersebut di harga Rp 15.500 per kilogram. Minyak goreng curah yang didapatkannya kemudian dijual kembali ke pedagang-pedagang eceran."Dapatnya itu Rp 15,5 ribu satu kilonya. Tapi saya jual lagi itu mulai Rp 16 ribu - Rp 16,5 ribu, tapi itu jual grosir," ungkapnya.Sementara Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama menjelaskan, dari hasil pantauannya harga minyak goreng curah yang beredar bervariasi. Harga bervariasi tersebut ditemukan di tingkat distributor hingga pedagang eceran."Harganya bervariasi antara Rp 14,5 ribu per liter, Rp 15,5 ribu, Rp 16 ribu , Rp 17 ribu per-kilogram. Namun memang ada juga yang Rp 19 ribu per-kilogram," jelasnya.Baca: Minyak Curah Kosong, Jeriken Pembeli Antre Menumpuk di Toko IniMelihat ada harga yang masih melampaui HET itu, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan distributor hingga pedagang. Sehingga tidak akan lagi minyak goreng curah yang harganya tinggi dan bisa terjangkau untuk masyarakat hingga lapisan terbawah."Kami akan komunikasikan dan lakukan pembinaan soal harga yang masih tinggi, untuk bisa menurunkannya lagi. Supaya tidak ada harga jual yang tinggi lagi," imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler