Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini telah memiliki alat deteksi dini banjir. Alat itu dibuat Bukhori (32) dari barang bekas, dan kini telah terpasang di tanggul Sungai Piji desa setempat.

Lantas bagaimana mekanisme alat deteksi dini banjir tersebut?

Meski terbuat dengan peralatan yang sederhana, alat deteksi dini banjir tersebut bisa memberikan sinyal dan menyalakan sirine yang terpasang di depan Balai Desa Kesambi.

Sirine peringatan waspada banjir itu berbunyi ketika volume air dengan bibir tanggul sudah berjarak sekitar antara 40 cm.

Air sungai yang sudah tinggi, nantinya akan menyentuh pelampung yang terbuat dari botol bekas pembersih kerak. Dan secara otomatis botol tersebut akan naik dan mendorong batang yang terbuat dari patahan alat pancing yang diujungnya diberi penghantar dari fitting bekas lampu.

Fitting yang digunakan sebagai penghantar tersebut nantinya akan menyentuh tembaga-tembaga kabel yang sudah tertata di bagian paling atas.

"Jadi sistemnya seperti saklar, yang akan menyambung ketika air tinggi, dan akan kembali lepas ketika air sudah mulai rendah," kata Bukhori, Sabtu (26/3/2022).

Baca: Warga Kudus Bikin Alat Deteksi Banjir dari Barang Bekas

Jika air sungai meninggi dan penghantar alat tersebut tersambung, kemudian akan memberikan sinyal ke amplifier yang sudah diberi berbagai mode sirine untuk di alihkan ke toa milik Pemdes."Sudah ada memori yang saya isi suara sirine untuk kemudian dialihkan ke Toa. Ketika alarm itu berbunyi berarti ada tanda waspada banjir," ucapnya.Diberitakan sebelumnya, Bukhori (32) warga Desa Kesambi RT 2 RW 9, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berhasil membuat alat deteksi dini banjir. Uniknya, alat tersebut dibuat dengan memanfaatkan barang-barang bekas.Baca: Hujan Deras Guyur Sragen, 121 Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir Tiga JamIde awal membuat alat deteksi dini banjir tersebut, dikarenakan permasalahan banjir yang selama ini kerap menimpa desanya.Mirisnya, banjir yang terjadi kerap datang di malam hari, saat warga sudah tertidur lelap dan mengakibatkan warga tak siap menghadapi bencana banjir. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler