Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Muhammad Noor Kepala Desa (Kades) Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ikut menghapus tato yang ada di lengannya bersama ratusan warga lain, Senin (28/3/2022).

Diketahui program tato yang di Balai Desa Jurang itu, digelar bekerja sama dengan Pondok Pesantren Annajach, Magelang.

Rogoh sapaan akrabnya, mengambil keputusan untuk menghapus tato yang ada di dua lengannya untuk memperbaiki diri supaya lebih baik. Apalagi, saat ini sebagai pemimpin desa harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Ia sendiri sudah mulai bertahap menghapus tatonya datang ke Ponpes Annajach pada Agustus 2021 lalu. Namun, lantaran tatonya belum terhapus seluruhnya, kali ini mengikuti hapus tato kembali.

"Karena dulu salah pergaulan waktu muda akhirnya ditato. Tapi saat ini ingin hijrah untuk yang lebih baik, malu juga ke warga karena sudah bertato. Sudah waktunya menjadi lebih baik," katanya, Senin (28/3/2022).

Baca: Puasa Semakin Dekat, Seratusan Warga di Kudus Bergegas Hapus Tato

Pihaknya mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk jangan pernah menato bagian tubuh manapun. Meski saat membuat tato awalnya bangga, namun tak lama nanti akan ada penyesalan yang dirasakan.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh generasi muda untuk jangan pernah menato bagian tubuh manapun. Meski saat membuat tato awalnya bangga, namun tak lama nanti akan ada penyesalan yang dirasakan."Jangan pernah membuat tato bagi generasi muda. Senang hanya sesaat saja, tapi setelah itu pasti akan menyesal," ungkapnya.Baca: Bantu Sempurnakan Hijrah, Rehab Hati Layani Hapus Tato GratisSementara Ahmad Jumanun santri penanggungjawab program hapus tato menjelaskan, hapus tato tersebut menggunakan enam racikan jenis obat kimia yang berbeda. Menurutnya, penghapusan tato tidak bisa dilakukan langsung di sekujur tubuh."Bisanya bertahap, karena kalau langsung semua itu nanti tubuh kaku dan dibuat aktivitas itu susah. Karena kami mengutamakan ilmu agama, peserta tato juga wajib menjalankan kewajibannya seperti bekerja saat bertato, makanya dibuat bertahap," imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler