Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Beredar sebuah video tawuran antara dua kelompok pemuda yang tengah membangunkan sahur atau tongtek di Tugu Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (8/4/2022) dini hari.

Dalam video yang beredar di media sosial bahkan disebutkan jika ada korban luka karena sabetan senjata tajam dan pukulan benda tumpul. Korban disebutkan langsung melaporkan kasus itu polisi.

" Tongtek bangunkan orang sahur memakan korban. AS seorang warga Gondosari harus melapor ke Polsek Gebog Kudus. Setelah tengah malam tadi menjadi korban penganiayaan karena melerai tawuran tongtek antara dua kelompok," tulis deskripsi video di Akun Info Seputar Pantura- ISP.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Gebog AKP Fatah membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, yang melapor tidak hanya satu pihak melainkan dua pihak. Keduanya mengalami luka-luka.

Baca: Tawuran Maut di Bakasi, Seorang Remaja Jadi Sasaran Hingga Tewas

Meski demikian, pihaknya tak menyebut secara rinci identitas pihak yang melapor ke Polsek tersebut.

"Sementara keduanya saling melapor, karena sama-sama luka. Itu warga Dukuh Ngemplak sama Gondosari," katanya, Jumat (8/4/2022).

Dari hasil pemeriksaan saksi sementara, perkelahian tersebut bukan membawa senjata tajam jenis parang atau yang lain. Melainkan, semacam cincin yang bergerigi.
Dari hasil pemeriksaan saksi sementara, perkelahian tersebut bukan membawa senjata tajam jenis parang atau yang lain. Melainkan, semacam cincin yang bergerigi."Pengakuannya bukan senjata tajam, itu semacam ali-ali yang bergerigi. Informasinya dari saksi seperti itu, tapi ini masih kami dalami," ucapnya.Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polsek Gebog. Untuk perkembangan lebih lanjut, pihaknya akan menginformasikan kembali.Baca: Hindari Tawuran, Pemuda 19 Tahun di Jakarta Diduga Tertembak Peluru NyasarAtas kejadian tersebut, Polisi akan kembali menggencarkan patroli rutin baik menjelang ataupun sesudah sahur untuk mengantisipasi kejadian serupa dan balapan liar."Kami giatkan patroli rutin, berkaitan dengan kerawanan ini dan juga antisipasi balap liar. Sehingga masyarakat yang akan melakukan aktifitas pagi hari pun akan merasa lebih nyaman," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler