Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Kandungan bahan berbahaya ditemukan di sejumlah bahan pangan atau makanan yang dijual di Pasar Bitingan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Hal tersebut ditemukan saat bimbingan teknis petugas pasar dalam rangka program pasar aman berbasis komunitas, Selasa (19/4/2022). Saat itu petugas melakukan pengecekan 50 sampel bahan pangan yang dijual di pasar tersebut.

Hasilnya, sejumlah komoditas bahan pangan terindikasi mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, metanil yellow hingga rhodamin B. Bahan pangan yang terindikasi itu, yakni kerupuk mentah, cumi kering, hingga ikan teri basah.

"Dari sampel yang dicek ada tujuh (yang terindikasi mengandung kandungan berbahaya), seperti formalin, rhodamin B, metanil Yellow, hingga boraks. Dua bahan pangan diperiksa lebih lanjut karena mengandung boraks dan harus diuji ulang untuk memastikan," kata Kepala Puskesmas Jati Ahmad Muhammad, Selasa (9/4/2022).

Baca: Petugas Pasar Bitingan Kudus Diajari Deteksi Makanan Berbahaya

Dari hasil kandungan berbahaya yang terdapat di bahan pangan itu, akan ditindak lanjuti oleh petugas.Petugas akan mendata dan menelusuri ke tingkat pedagang hingga distributor dari bahan pangan tersebut.“Kami akan telusuri sampai tingkat pedangang bahwa sampel yang dihasilkan seperti ini. Dan ini bisa jadi perhatian untuk mendata produk dari mana penjual mendapatkannya dan kemudian kami berikan edukasi," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler