Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Seorang kakek berinisial RD (65) ditemukan meninggal dunia di persawahan Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022) siang. Kakek yang merupakan seorang petani itu, ditemukan meninggal saat menggarap sawah miliknya.

Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, kakek yang merupakan warga desa setempat itu berangkat menuju ke persawahan sekitar pukul 06.00. Kemudian, sekitar pukul 10.30 WIB korban tiba-tiba terjatuh.

Sebelum itu, korban sempat mengisyaratkan dengan lambaian tangan kepada para petani yang juga tengah menggarap lahan sekitar.

"Setelah saksi mendekat, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri," katanya, Sabtu (21/5/2022).

Setelah itu, kepala desa setempat yang mendapatkan laporan dari warganya bergegas menghubungi kepolisian.

Baca: Temuan Mayat Bayi Lengkap dengan Tali Pusar Gegerkan Warga Semarang
Baca: Temuan Mayat Bayi Lengkap dengan Tali Pusar Gegerkan Warga SemarangTak berselang lama, kepolisian, BPBD Kudus, tim medis Puskesmas Mejobo, dan Inafis Polres Kudus datang ke lokasi untuk mengevakuasi dan melakukan pemeriksaan terhadap korban.Dari hasil keterangan yang didapatkan dari pihak keluarga, korban sudah mengalami sakit lemah jantung dan setiap bulannya melakukan kontrol di rumah sakit."Hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Mejobo korban sudah meninggal dunia, dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ucapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler