Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus — Kalangan generasi muda diajak waspada dan ikut memerangi ideologi menyimpang. Terlebih paham menyimpang kini bisa lebih mudah disebarkan melalui perkembangan teknologi informasi.

Hal ini mengemuka dalam Seminar Penguatan Ideologi Negara dengan tema “Manifestasi Petarung Ideologi Demi NKRI” yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah IAIN Kudus bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Kudus, Selasa (12/07/2022).

Seminar ini dibuka Bupati Kudus HM Hartopo, dan menghadirkan dua narasumber yaitu Iptu Subkhan, Kanit Satintelkam Polres Kudus dan Dr Abdul Jalil, Dosen Pasca Sarjana IAIN Kudus.

Kanit Satintelkam Polres Kudus Iptu Subkhan mengatakan, masih banyak ancaman radikalisme terhadap bangsa dan negara.

Penyebaraannya saat ini, masih terjadi lewat propaganda melalui gawai yang setiap harinya digunakan berbagai kalangan.

”Propaganda menjadi cara paling efektif dan efesien karena tidak terbatas ruang dan waktu. Terlebih yang terjadi dan menyasar pada generasi muda saat ini," ucapnya.

Baca: Mahasiswa Diajak Mampu Jadi Petarung Ideologi Bangsa
Baca: Mahasiswa Diajak Mampu Jadi Petarung Ideologi BangsaLebih lanjut ia menyebut dari sejumlah hasil riset menunjukkan hasil sejumlah penduduk Indonesia ingin menubah Ideologi Pancasila. Dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) di tahun 2017 menemukan 9,2% dari 261,9 juta penduduk Indonesia ingin mengubah Ideologi Pancasila.”Mereka melakukan propaganda dengan memanfaatkan karakter generasi muda," ujarnya.Untuk itu, Iptu Subkhan mengajak generasi muda untuk menjadi petarung ideologi-ideologi yang menyimpang.“Jadilah petarung-petarung ideologi demi NKRI dengan bersuara di semua media dan dunia nyata. Pahami ayat suci secara substansi dan kuasai tekhnologi untuk selamatkan NKRI dari siapapun yang berambisi  menghancurkan ideologi negeri ini.” imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler