Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Puluhan pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah diberi pengetahuan tentang politik kebangsaan melalui diskudi publik di SMK Muhammadiyah Kudus, Senin (25/7/2022).

Sebanyak 40 pemuda mengikuti disukusi publik ”Peran Pemuda Muhammadiyah dalam Politik Kebangsaan di Kabupaten Kudus” tersebut.

Dalam diskusi publik tersebut, juga dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus Iskandar Wibawa. Selain itu, Anggota KPU Kudus Ahmad Kholil juga dihadirkan untuk menjadi pemateri.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Kudus M Abdur Rozaq mengatakan, diskusi publik politik kebangsaan ini digelar untuk meningkatkan pengetahuan politik kebangsaan yang dimiliki para pemuda Muhammadiyah.

”Ini pembinaan dalam rangka memenuhi wawasan pemuda Muhammadiyah terkait pendidikan politik," katanya, Senin (25/7/2022) petang.

Baca: Catatan Sejarah Tanggal 18 Juli: Ikatan Pelajar Muhammadiyah Didirikan di Surakarta Tahun 1961

Secara umum, sambung dia, wawasan politik pemuda muhammadiyah di Kudus sudah dinilai cukup bagus. Hanya saja, memang perlu adanya pembinaan untuk mengarah ke politik yang positif. Pendidikan politik seperti ini, rencana akan digelar rutin minimalnya satu hingga dua bulan sekali.
Secara umum, sambung dia, wawasan politik pemuda muhammadiyah di Kudus sudah dinilai cukup bagus. Hanya saja, memang perlu adanya pembinaan untuk mengarah ke politik yang positif. Pendidikan politik seperti ini, rencana akan digelar rutin minimalnya satu hingga dua bulan sekali.”Ketika ada kader atau pemuda yang memang ingin fokus ke politik, akan kami fasilitasi dengan pendidikan politik. Rencananya rutin pertemuan santai dengan membahas pendidikan politik satu-dua bulan sekali," jelasnya.Sementara Fadhlil Wafi Fauzi, ketua panitia diskusi menjelaskan, pada prinsipnya diskusi publik ini untuk pendidikan politik bagi pemuda Muhammadiyah untuk menghadapi Pemilu 2024."Sehingga ada peran pemuda muhammadiyah ini ikut serta dalam menyukseskan pemilu 2024. Mulai berpartisipasi sampai pengawasan," ucapnya.Selain itu, diskusi publik ini juga sebagai sarana edukasi untuk pemuda Muhammadiyah, agar ketika berbeda pilihan tidak akan ada gesekan yang terjadi. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler