Jeritan-Jeritan Kebisuan Teater Tigakoma, Kritisi Kejahatan Mental
Yuda Auliya Rahman
Jumat, 29 Juli 2022 13:07:26
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Pentas teater dengan lakon ”jeritan-Jeritan Kebisuan” digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis, (29/7/2022) malam.
Teater bertajuk KuPen (kudune pentas) itu digelar Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) sebagai bentuk rindu setelah akibat pandemi Covid-19 pentas teater sangat jarang digelar.
Pentas teater tersebut diperankan oleh sembilan personel. Mereka terlihat sangat mendalami masing-masing perannya.
Jeritan-Jeritan kebisuan menceritakan peran seorang wanita yang terkucilkan dari lingkungan sekelilingnya.
Perempuan tersebut, merasa depresi dengan lingkungan sosial sekitarnya dan selalu berpikir lebih tentang cemooh-cemooh orang di sekitarnya.
”Ceritanya tentang kejahatan mental, di mana ada seorang yang terlalu memikirkan celotehan dari orang sekitarnya. Merasa terbebani dengan lingkungan sosialnya," kata Nuwanda Johan Setiawan penulis naskah teater, Jumat (29/7/2022).
Baca: Teater Cantik itu Luka UMK Kudus Sukses Pukau Penonton
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Pementasan teater tigakoma UMK Kudus dengan tema jeritan-jeritan kebisuan. (Murianews/Yuda Auliya Rahman)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pentas teater dengan lakon ”jeritan-Jeritan Kebisuan” digelar di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK), Kamis, (29/7/2022) malam.
Teater bertajuk KuPen (kudune pentas) itu digelar Teater Tigakoma Universitas Muria Kudus (UMK) sebagai bentuk rindu setelah akibat pandemi Covid-19 pentas teater sangat jarang digelar.
Pentas teater tersebut diperankan oleh sembilan personel. Mereka terlihat sangat mendalami masing-masing perannya.
Jeritan-Jeritan kebisuan menceritakan peran seorang wanita yang terkucilkan dari lingkungan sekelilingnya.
Perempuan tersebut, merasa depresi dengan lingkungan sosial sekitarnya dan selalu berpikir lebih tentang cemooh-cemooh orang di sekitarnya.
”Ceritanya tentang kejahatan mental, di mana ada seorang yang terlalu memikirkan celotehan dari orang sekitarnya. Merasa terbebani dengan lingkungan sosialnya," kata Nuwanda Johan Setiawan penulis naskah teater, Jumat (29/7/2022).
Baca: