Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Warga Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menggelar kirab budaya dalam rangka haul cikal bakal desa setempat, Minggu (7/8/2022).

Seluruh elemen masyarakat desa setempat termasuk, instansi Pendidikan di desa itu turut memeriahkan kirab itu dengan antusias.

Kirab budaya dimulai dari Balai Desa Pasuruhan Lor. Dari pantauan Murianews, ada berbagai macam kreatifitas yang ditampilkan warga.

Ada yang membawa gunungan hasil pertanian, gunungan kerupuk, hingga memperkenalkan kesenian barongan dan dolanan (mainan) tempo dulu hingga jaman now (jaman sekarang).

Baca: Kirab Buka Luwur Sunan Kudus, 64 Perwakilan Punden dan Belik Ambil Bagian

Para peserta kirab juga terlihat memakai kostum bervariasi. Mulai dari kostum kudusan, kebaya, pewayangan, hingga kostum yang kerap dipakai jaman dulu.

Ratusan warga antusias menyaksikan kirab budaya tersebut. Mereka berjejer di sepanjang jalan demi bisa menonton agenda kirab budaya.
Ratusan warga antusias menyaksikan kirab budaya tersebut. Mereka berjejer di sepanjang jalan demi bisa menonton agenda kirab budaya.Kepala Desa Pasuruhan Lor, Nor Badri mengatakan, kirab budaya tersebut digelar dalam rangka memeriahkan haul Mbah Surgi Murang Djoyo yang merupakan cikal bakal desa.”Setelah dua tahun vakum karena pandemi, akhirnya tahun 2022 ini bisa diadakan kirab budaya lagi,” katanya, Minggu (7/8/2022).Kirab budaya digelar juga untuk memperkenalkan tentang potensi-potensi kearifan lokal desa.”Semua kesenian dan kreatifitas tingkat Rt ataupun Rw masing-masing ditampilkan. Mereka punya ide yang berbeda-beda kami minta untuk dituangkan pada kirab yang juga dengan harapan mengalap berkah,” imbuhnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler