Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ada tempat yang oleh warga dinamai dengan sebutan Wisata Jeglongan Sewu. Lokasinya berada di Dukuh Punen Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kudus.

Namun ternyata Wisata Jeglongan Sewu bukan destinasi wisata seperti pada umumnya, yang bisa digunakan untuk berwisata.

Pemberian nama Wisata Jeglongan Sewu hanyalah sebuah kiasan belaka. Nama itu diberikan sebagai bentuk sindiran setelah sepanjang jalan yang menghubungkan Desa Kedungsari dan Desa Menawan itu rusak parah.

Ketua RW 9 Desa Kedungsari Suhartoyo mengaku baru mengetahui adanya banner wisata jeglongan sewu tersebut saat melintas pagi hari tadi. Pihaknya tak mengetahui secara pasti siapa warga yang memasang banner tersebut.

Dimungkinkan, banner tersebut dipasang warga pada malam hari tadi.

”Tadi pagi baru tahu informasi dari RT setempat memberitahukan ada spanduk yang terpasang itu, sekitar 07.30 WIB tahunya," katanya, saat ditemui di sekitar jalan rusak, Selasa (9/8/2022).
”Tadi pagi baru tahu informasi dari RT setempat memberitahukan ada spanduk yang terpasang itu, sekitar 07.30 WIB tahunya," katanya, saat ditemui di sekitar jalan rusak, Selasa (9/8/2022).Baca: Banyak Jalan Rusak di Kudus, Pemerintah Hanya Anggarkan Rp 10 MiliarPemasangan banner bertuliskan 'Wisata Jeglongan Sewu’ itu disebut merupakan kritikan dari masyarakat yang sudah jenuh setiap harinya melintas di jalan rusak tersebut. Apalagi kondisi jalan tersebut sudah cukup lama rusak, namun tak kunjung ada perbaikan.”Kata-kata wisatanya kurang bagus. Cuma itu kan hanya sekadar kritikan saja dari warga. Jadi kita ambil positifnya saja, untuk pihak terkait juga mohon dimaklumi. Mungkin (warga berpikir, red) adanya banner itu jalannya ada tanggapan dari pihak terkait untuk ditindaklanjuti," jelasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler