Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus mengklaim proses progres yang dilakukan sekolah penggerak di Kota Kretek berjalan tanpa kendala. Mereka saat ini masih berporses untuk mencapai target dua progres inovasi yang harus dibentuk di Kurikulum Merdeka.

Kasi Kurikulum Disdikpora Kudus Afri Shofianingrum mengatakan, salah satu tujuan akhir Kurikulum Merdeka yakni terbentuknya generasi yang mencerminkan profil pelajar Pancasila dengan proyek inovasi yang masing-masing dimunculkan sekolah penggerak bagi siswanya.

Saat ini, sekolah penggerak masih berproses untuk mencapai target tersebut. "Ini masih proses, tidak ada kendala. Prosesnya itu masih berlangsung lama untuk mencapai target, masih tahap pendampingan-pendampingan untuk siswa," katanya, Rabu (31/8/2022).

Ia menegaskan, segala projek inovasi yang dibuat oleh sekolah penggerak bukan ditunjukkan untuk guru. Melainkan, untuk siswa dengan pendampingan dan bimbingan yang dilakukan oleh para guru.

”Bagaimana caranya siswa bekerja sama, menganalisis masalah. Misal projeknya pengelolaan sampah, hal yang dianalisis dari sampah itu apa, terus solusinya apa. Tapi itu step by step berjalannya," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara berkala dengan melihat progres inovasi dari masing-masing sekolah. Rencananya, evaluasi akan dilakukan pada bulan November nanti.”Kami sudah terus lakukan pendampingan. Pertemuan rutin yang disebut pokja manajemen operasional (PMO) juga ada. November nanti kami akan lakukan evaluasi," jelasnya.Diketahui, Di Kabupaten Kudus sendiri, ada 33 sekolah penggerak angkatan kedua yang wajib melaksanakan Kurikulum Merdeka. Terdiri dari tujuh PAUD, 21 SD, tiga SMP, dan dua SMA. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler