Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Ratusan siswa SMPN 1 Jati Kudus mengikuti Kirab Ampyang Sajaku (SMP 1 Jati Kudus), Sabtu (17/9/2022). Kirab Ampyang Sajaku tersebut terinspirasi dari kirab Ampyang Maulid yang setiap tahunnya menjadi tradisi yang digelar di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus.

Kirab Ampyang yang digelar tersebut untuk memeriahkan peringatan Hati Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMPN 1 Jati Kudus.

Dari pantauan Murianews di lapangan, ratusan siswa yang mengikuti kirab tersebut merupakan siswa kelas tujuh. Mereka terlihat sangat antusias melakukan kirab dengan membawa sejumlah pakaian adat.

Ada juga empat gunungan yang diarak para siswa dalam kirab tersebut. Gunungan pertama, yakni nasi kepal lengkap dengan kerupuk seperti layaknya gelaran Kirab Ampyang Maulid. Kemudian, juga ada gunungan buah dan sayur pada gunungan tandu kedua yang diarak.

Selain itu, tandu ketiga dan keempat berisi karya kreativitas para siswa. Seperti kerajinan tas yang terbuat dari plastik hingga kain yang tak terpakai, hingga kerajinan miniatur yang terbuat dari limbah kayu.

Baca: Pandemi, Kirab Ampyang Maulid di Kudus Digelar Sederhana

Kepala SMPN 1 Jati Kudus Sumaryatun mengatakan, Kirab Ampyang Sajaku yang dibuat merupakan bentuk aplikasi dari kearifan lokal sebagai implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.”Di dalamnya bayak nilai kehidupan yang ditanamkan untuk siswa. Mulai nilai ketuhanan, kegotongroyongan, berpikir krritis, serta kreativitas. Pesertanya siswa kelas tujuh sebanyak 256 orang" katanya, usai pelaksanaan Kirab Ampyang Sajaku, Sabtu (17/9/2022).Terlebih menurutnya, sebelum pelaksanaan para siswa terlebih dulu dikenalkan tentang literasi tradisi Ampyang Maulid yang setiap tahunnya digelar. Siswa juga sempat diajak es Masjid Wali, Loram Kulon untuk mengetahui langsung cerita tentang tradisi Ampyang Maulid.”Kami juga ajak siswa ke Masyarakat Loram Kulon, bertanya soal tradisi Ampyang Maulid dimata masyarakat. Jadi memang kompleks kami lakukan, harapan kami bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila," jelasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler