Iptu Subkhan Ibaratkan Kebangsaan dan Kebhinekaan Dua Sisi Mata Uang
Yuda Auliya Rahman
Rabu, 12 Oktober 2022 10:18:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Kudus kembali kegiatan seminar wawasan kebangsaan dan kebhinekaan. Acara yang dihadiri oleh unsur ormas keagamaan, karang taruna, tokoh agama, dan tokoh masyarakat itu digelar di Gedung Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Kaliwungu, Kudus Selasa (11/10/2022).
Bupati Kudus HM Hartopo secara langsung membuka acara seminar tersebut. Seminar tersebut juga menghadirkan dua narasumber, yakni Iptu Subkhan, Kanit Satintelkam Polres Kudus serta Mukhasiron Wakil Ketua DPRD Kudus.
Iptu Subkhan menjelaskan, wawasan kebangsaan dan kebhinekaan atau keberagaman diibaratkan dua sisa koin mata uang yang saling berkaitan. Adanya wawasan kebangsaan itu karena kebhinekaan dan kebhinekaan akan tetap ada ketika wawasan kebangsaannya kokoh.
”Kebhinekaan itu adalah sesuatu yang harus diikat agar tidak tercerai berai dan wawasan kebangsaan itu adalah bentuk ikatannya. Sedangkan bentuk tali pengikatnya adalah NKRI dan cara mengikatnya adalah Pancasila. Kita harus meyakini kebhinekaan akan tetap terjaga," katanya.
Baca: Bupati: Toleransi Ajaran Sunan Kudus Rawat Persatuan Warga
Terlebih, sambung dia, kebhinekan dan wawasan dipilih oleh para pendiri negara dengan banyak pertimbangan dan sudah sesuai hukum agama serta hukum negara, hingga terbukti kekuatannya sampai saat ini. Ia menjelaskan, tidak ada bentuk khusus negara dalam ajaran agama.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Seminar wawasan kebangsaan dan kebhinekaan di Kudus. (Murianews/istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Kabupaten Kudus kembali kegiatan seminar wawasan kebangsaan dan kebhinekaan. Acara yang dihadiri oleh unsur ormas keagamaan, karang taruna, tokoh agama, dan tokoh masyarakat itu digelar di Gedung Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Kaliwungu, Kudus Selasa (11/10/2022).
Bupati Kudus HM Hartopo secara langsung membuka acara seminar tersebut. Seminar tersebut juga menghadirkan dua narasumber, yakni Iptu Subkhan, Kanit Satintelkam Polres Kudus serta Mukhasiron Wakil Ketua DPRD Kudus.
Iptu Subkhan menjelaskan, wawasan kebangsaan dan kebhinekaan atau keberagaman diibaratkan dua sisa koin mata uang yang saling berkaitan. Adanya wawasan kebangsaan itu karena kebhinekaan dan kebhinekaan akan tetap ada ketika wawasan kebangsaannya kokoh.
”Kebhinekaan itu adalah sesuatu yang harus diikat agar tidak tercerai berai dan wawasan kebangsaan itu adalah bentuk ikatannya. Sedangkan bentuk tali pengikatnya adalah NKRI dan cara mengikatnya adalah Pancasila. Kita harus meyakini kebhinekaan akan tetap terjaga," katanya.
Baca: