Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Pijat kretek-kretek atau terapi chiropractic/tairopractic saat ini tengah viral dan menjadi tren di kalangan masyarakat. Banyak yang memilih untuk datang ke pijat kretek ketika memiliki berbagai masalah pada tulang, mulai dari pegal-pegal, sakit punggung, hingga memiliki keluhan syaraf kejepit.

Pijat kretek ternyata juga bisa ditemui di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Namanya tempat praktiknya yakni 'tairopractickds' yang berada di Jalan Gor Wergu Wetan Nomor 147 A, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Pemilik sekaligus terapis 'tairopractickds' Robertus Fega mengatakan, terapi chiropractic atau tairopractic tersebut memang banyak dikenal dengan 'pijat kretek'. Pasalnya ketika terapi dilakukan suara 'kretek' terdengar saat terapis melakukan terapi kepada pasien.

Tiga tahun terakhir, Fega sapaan akrabnya sudah mulai berkecimpung menjadi terapis pijat kretek lebih dari tiga tahun. Dirinya juga sebelumnya sempat memperdalam ilmu terapi tersebut hingga ke Thailand.

”Tahun 2015 saya kursus di Thailand. Setelah itu, awalnya saya bantu papi mertua saya yang sudah buka praktik terapi sejak tahun 2013 di Semarang. Buka di Kudus sekitar setengah tahun lalu," katanya, Kamis (13/10/2022).

Baca: Pensiun Badminton Liliyana Buka Pijat Refleksi

Lantaran banyaknya pasien yang berdatangan ke praktik terapi 'pijat kretek' yang dibuka mertuanya di Semarang, ia pun berinisiatif untuk membuka praktik di wilayah lain. Kabupaten Kudus, menjadi tempat yang dipilihnya untuk membuka tempat praktik baru.
Lantaran banyaknya pasien yang berdatangan ke praktik terapi 'pijat kretek' yang dibuka mertuanya di Semarang, ia pun berinisiatif untuk membuka praktik di wilayah lain. Kabupaten Kudus, menjadi tempat yang dipilihnya untuk membuka tempat praktik baru.Terlebih, sangking ramainya praktik yang di Semarang daftar tunggu pasien yang akan datang hingga mencapai satu bulan.”Sekarang yang pegang di Semarang adik saya, sangking ramainya pasien sampai waiting list menunggu satu bulan, pasiennya juga dari berbagai daerah. Untuk saya inisiatif untuk buka di Kudus, karena pasien yang datang juga banyak dari daerah timur, seperti Pati, Rembang ataupun Tuban," ungkapnya.Lebih lanjut ia menjelaskan, ada sedikit perbedaan antara terapi chiropractic dan tairopractic yang dipelajarinya dari Thailand. Meski keduanya, sama-sama terapi untuk tulang.”Sebenarnya sama, kami pakai nama tairopractic karena guru saya yang mengajarkan aslinya dari Thailand. Pengerjaanya untuk chiropractic langsung proses terapi, kalau kami di tairopractic kami ads metode pelemasan otot dulu dengan pekerjaan 15-30 menit," jelasnya.https://youtu.be/U6Vxu0ITTf8Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler