Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Ojek Wisata Menara Kudus menolak adanya pemusatan tempat stanby yang akan dilakukan di Terminal Bakalan Krapyak Kudus. Terlebih, saat ini penataan Ojek Wisata Menara Kudus yang setiap harinya stanby di Taman Menara telah tertata rapi.

”Kami menolak, dijadikan satu Terminal Bakalan Krapyak. Biarpun dibangun, kami usul untuk tetap di Taman Menara,” Pengurus Ojek Taman Wisata Menara Kudus, Sugiono, Kamis (20/10/2022).

Penolakan yang dilakukan ini, sambung dia, memiliki alasan yang jelas. Di antaranya, jika dipusatkan di Terminal Bakalan Krapyak, dikhawatirkan akan terjadi krodit antara ojek yang akan mengantar dan menjemput peziarah.

Baca: Ojek Wisata Menara Kudus Akan Dipusatkan ke Terminal Bakalan Krapyak

”Takutnya nanti ada krodit, baik di Terminal, di jalan, ataupun dititik antar dan penjemputan. Apalagi saat ini para ojek di Taman Wisata Menara Kudus telah tertata rapi dan beroprasi teratur sesuai urutan,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya berharap tidak ada pemindahan Ojek Menara seperti yang sudah direncanakan tersebut. ”Kami sangat berharap untuk tetap ada di Taman Wisata Menara,” ujarnya.
Karena itu, pihaknya berharap tidak ada pemindahan Ojek Menara seperti yang sudah direncanakan tersebut. ”Kami sangat berharap untuk tetap ada di Taman Wisata Menara,” ujarnya.Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, solusi tersebut menjadi satu-satunya jalan agar ojek hingga rencana dari Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memfungsikan Alun-alun lama lagi, bisa berjalan dengan baik.Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin, agar tidak ada krodit yang terjadi ketika kebijakan terbaru itu berlaku.”Kami akan maksimalkan kemampuan petugas supata tidak krodit. Karena ini satu-satunya jalan untuk menata semua. Tentunya, ada evaluasi berkala ketika sudah diterapkan nanti,” jelasnya. Reporter : Yuda Auliya RahmanEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler