Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (24/10/2022) dini hari. Longsor sempat menutup jalan utama di desa tersebut.

Aparat kepolisian Polsek Gebog, TNI, hingga relawan desa tanggap bencana (Destana) Desa Rahtawu, langsung bahu membahu membersihkan material longsor.

Tak hanya mereka, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, anggota Trantib kecamatan, hingga masyatakat setempat juga turut serta dalam melakukan evakuasi bencana tanah longsor itu.

Longsor pada tebing sepanjang enam meter dan ketinggian sekitar 10 meter itu, terjadi pada pukul 03.00 WIB. Keesokan harinya kerja bakti untuk membersihkan material longsoran tanah yang menutup akses jalan itu membutuhkan waktu sekitar tujuh jam.

”Mulai jam 07.00 WIB mulai dilakukan kerja bakti. Pukul 14.00 WIB pelaksanaan kerja bakti pembersihan sisa-sisa material longsor yang menutupi akses jalan utama selesai dilaksanakan," kata Kapolsek Gebog Iptu Danail Arifin.

Baca: Sarpras Penanaganan Bencana di Kudus Dinilai Masih Kurang
Baca: Sarpras Penanaganan Bencana di Kudus Dinilai Masih KurangIa menjelaskan, longsor tersebut diketahui setelah ada warga yang mendengar gemuruh suara reruntuhan tanah dari arah utara. Setelah didatangi, didapati tanah longsor yang menutup akses jalan utama tersebut, dan awalnya hanya sepeda motor yang bisa melintas.”Kemudian diberitahukan kepada satgas bencana Rahtawu, dan memberitahukannya ke BPBD dan aparat setempat. Lalu supaya cepat tertangani, kami lakukan gotong royong untuk pembersihan itu,," ucapnya.Longsor tersebut diduga terjadi lantaran intensitas hujan tinggi yang terjadi selama beberapa hari. Selain itu, kontur tanah yang labil. ”Tidak ada kerugian materil atau korban jiwa akibat tanah longsor itu," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler