Observasi dan Salat Gerhana Bulan Digelar di TBS Kudus
Yuda Auliya Rahman
Selasa, 8 November 2022 20:01:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari pantauan Murianews, observasi dilakukan menggunakan teleskop yang diikuti oleh pegiat atau pakar, ratusan siswa MTs, hingga MA NU TBS. Hasil pantauan dari teleskop, juga ditampilkan dalam layar proyektor.
Ketua Lembaga Falakiyah NU Kudus Kiai Azhar Lathif Nashiran mengatakan, fenomena gerhana bulan sebenarnya bisa dilihat dengan kasat mata atau tanpa menggunakan peralatan khusus. Namun dengan catatan, saat cuaca mendukung.
Hanya saja, fenomena gerhana total yang terjadi sekitar pukul 17.59-18.15 WIB tidak terpantau dalam observasi yang dilakukan di lantai lima gedung serbaguna itu.
Di sela pantauan di Kudus, para siswa atau santri yang datang diperlihatkan fenomena gerhana bulan yang bisa dilihat dari Semarang dan disiarkan secara langsung.
Baca: Gerhana Bulan Total di Jepara Tertutup Mendung
Gerhana bulan baru bisa terlihat dengan teleskop atau dengan kasat mata dari Kudus sekitar pukul 18.45 WIB.
”Aslinya total, tapi bisa mulai terlihat itu gerhana bulan sudah pulih sedikit pulih dari bawah. Yang saat total, tadi masih tertutup mendung," ujarnya..
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



