Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan Murianews, observasi dilakukan menggunakan teleskop yang diikuti oleh pegiat atau pakar, ratusan siswa MTs, hingga MA NU TBS. Hasil pantauan dari teleskop, juga ditampilkan dalam layar proyektor.

Ketua Lembaga Falakiyah NU Kudus Kiai Azhar Lathif Nashiran mengatakan, fenomena gerhana bulan sebenarnya bisa dilihat dengan kasat mata atau tanpa menggunakan peralatan khusus. Namun dengan catatan, saat cuaca mendukung.

Hanya saja, fenomena gerhana total yang terjadi sekitar pukul 17.59-18.15 WIB tidak terpantau dalam observasi yang dilakukan di lantai lima gedung serbaguna itu.

Di sela pantauan di Kudus, para siswa atau santri  yang datang diperlihatkan fenomena gerhana bulan yang bisa dilihat dari Semarang dan disiarkan secara langsung.

Baca: Gerhana Bulan Total di Jepara Tertutup Mendung

Gerhana bulan baru bisa terlihat dengan teleskop atau dengan kasat mata dari Kudus  sekitar pukul 18.45 WIB.

”Aslinya total, tapi bisa mulai terlihat itu gerhana bulan sudah pulih sedikit pulih dari bawah. Yang saat total, tadi masih tertutup mendung," ujarnya..
”Aslinya total, tapi bisa mulai terlihat itu gerhana bulan sudah pulih sedikit pulih dari bawah. Yang saat total, tadi masih tertutup mendung," ujarnya..Pengamatan gerhana bulan ini juga sebagai sarana pendidikan bagi siswa atau santri. Pasalnya di TBS terdapat pelajaran ilmu falak yang juga didalami para santri.Baca: BMKG Nyatakan Gerhana Bulan Bisa Dilihat di Semua Wilayah Jateng, Termasuk KudusSelain observasi, mereka juga menggelar salat gerhana dua rekaat.”Perbedaan dengan salat biasanya itu, setiap rekaat rukuknya dua kali, jadi dua rekaat ada empat kali rukuk," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler