Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan Murianews, Jumat (11/10/2022) siang, tumpukan sampah mulai dari batang pohon bambu, pohon pisang, hingga sampah rumah tangga nampak menyumbati lorong bawah jembatan. Hingga mengakibatkan aliran sungai tak bisa mengalir dengan lancar.

Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan mengatakan, sampah yang menumpuk dan talut sungai tersebut ambrol sudah sekitar dua pekan terakhir.

Bahkan akibat hujan deras dengan intensitas cukup lama semalam, mengakibatkan air sungai meluap ke permukiman warga di Desa Kedungdowo, Kaliwungu, yang berada di timur sungai.

”Sempat banjir lewat di permukiman warga semalam. Karena air tertahan oleh sampah lalu meluap," katanya, Jumat (11/10/2022).

Baca: Kudus Diyakini Aman dari Resesi di 2023

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemdes sekitar sungai, BPBD, dan dinas terkait untuk melakukan kerja bakti pembersihan sungai tersebut. Proses pembersihan nantinya, juga memerlukan alat berat dari Dinas PUPR Kudus.
Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemdes sekitar sungai, BPBD, dan dinas terkait untuk melakukan kerja bakti pembersihan sungai tersebut. Proses pembersihan nantinya, juga memerlukan alat berat dari Dinas PUPR Kudus.”Sebelum banjir sudah disepakati pembersihan dilakukan hari Senin besok lusa. Sarana alat berat bisanya Senin, karena kalau manual saja itu tidak bisa, apalagi sampahnya kebanyakan tumpukan sampah bambu," ujarnyaAmbrolnya talut tersebut juga sudah disampaikan  ke dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng selaku pemilik wilayah. Namun talut yang jebol tersebut belum tertangani, dan baru dilakukan peninjauan.”Memang belum ada perbaikan, baru dilakukan peninjauan," ungkapnya.https://youtu.be/9YVZ0iNb-ycReporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler