Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jembatan tersebut akan menghubungkan antara Desa Setrokalangan, Kabupaten Kudus dengan Desa Kedungwaru, Kabupaten Demak. Melalui jembatan tersebut masyarakat sekitar akan lebih singkat dalam melakukan perjalanan ke Kudus ataupun Demak.

”Rencananya sudah dibuka dan bisa digunakan itu Senin depan," kata Suwarno, pengelola jembatan lama yang saat ini menjalin kerja sama dengan investor dalam pembangunan jembatan apung itu, Rabu (30/11/2022).

Saat ini jembatan apung yang terbuat dari kayu dan kontruksi drum yang mengapung di sungai tersebut dalam proses pengecatan. Terlihat juga tiang-tiang kayu yang nantinya digunakan untuk penerangan sudah berdiri.

”Nanti bisa dibuat simpangan motor, lebar 2,5 meter panjang sekitar 70 meter," jelasnya.

Baca: Jembatan Apung Hubungkan Perbatasan Kudus-Demak di Setrokalangan

Investor asal luar daerah yang membangun jembatan itu, sambung dia, awalnya menemuinya dan berniat untuk membuat jembatan apung. Terlebih, jembatan sasak yang selama ini dikelolanya terhempas air ketika air sungai meninggi saat musim hujan.

”Saat menemui saya, ingin buat jembatan apung di sini. Tujuannnya itu ingin membantu warga Kedungwaru, Demak, dan Setrokalangan, Kudus. Pekerja, pelajar dari Demak dan masyarakat sekitar Setro yang ingin ke Demak biasanya lewat sini, karena lebih cepat," ucapnya.Baca: Jembatan Bambu Sasak Perbatasan Kudus-Demak, Warga Rela Bayar Daripada MemutarDulu, saat ada jembatan sasak masyarakat yang melintas setiap harinya hampir dua ribuan orang. Namun saat musim hujan, jembatan sasak diganti akses menggunakan perahu itu, jumlah warga yang lewat menurun separuhnya.”Kemungkinan rencananya nanti biaya lewat tetap sama, Rp 2 ribu pulang-pergi. Kalau dinaikkan juga kasihan. Jembatan ini nanti tidak terkendala musim hujan atau kemarau," ujarnya Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler