Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Game ini dilakukan sebagai peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2022 besok.

Dari pantauan Murianews, ada sejumlah kegiatan unik dalam gerakan anti korupsi yang diikuti ratusan siswa SMP Kanisius ini. Di antaranya, sandi anti koruptor, balang (lempar) koruptor, hingga penulisan pesan anti korupsi di sebuah lembaran putih.

Kepala SMP Kanisius Kudus Herry Christanto mengatakan, sekolah sudah cukup lama menjadi penggagas pendidikan anti korupsi, yakni sejak tahun 2005.

”Kami tanamkan jiwa anti korupsi kepada siswa sejak dini. Dengan sembilan nilai pendidikan, mulai kejujuran, peduli, mandiri, sederhana, tanggungjawab, kerja keras, berani, dan adil. Sejak lama kami juga ada kantin kejujuran sebagai bahan ajar siswa untuk anti korupsi," katanya.

Baca: Ratusan Kades di Pati Siap Tak Korupsi

Balang koruptor menjadi permainan paling unik dalam gerakan anti korupsi bagi para siswa ini. Di mana para siswa melempar ikon-ikon koruptor dengan bola tenis ke boneka bertuliskan koruptor, bagi yang mengenai kepala akan mendapatkan nilai paling tinggi.
Balang koruptor menjadi permainan paling unik dalam gerakan anti korupsi bagi para siswa ini. Di mana para siswa melempar ikon-ikon koruptor dengan bola tenis ke boneka bertuliskan koruptor, bagi yang mengenai kepala akan mendapatkan nilai paling tinggi.”Ini untuk menimbulkan semangat siswa dalam melawan korupsi. Nilai lempar kena kepala paling tinggi karena korupsi awal timbul dari pola pikir dari kepala, yang itu harus dilawan," jelasnya.Sementara salah seorang siswa Marcell Diordean Wu menyebut, berbagai kegiatan yang mereka lakukan ini merupakan upaya untuk dengan tegas mengatakan tidak pada korupsi. Terlebih, korupsi bukan tindakan yang benar dan sangat tidak diperbolehkan.”Dengan ini kami bisa menyadari bahwa korupsi merupakan hal tidak baik dan sangat tidak diperbolehkan. Say No to Korupsi," ucap siswa kelas IX ini.https://youtu.be/cG3EuxnHyAMReporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler