Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namun, masyarakat dari arah Demak menuju ke Kudus atau sebaliknya harus merogoh kocek agar bisa mempersingkat waktu perjalanan melewati jembatan ini.

Yahya Maulana, Wakil Investor pembangun jembatan apung itu mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan warga untuk melintas jembatan tersebut cukup murah. Sekali lewat, atau sekali jalan warga umum harus membayar Rp 2 ribu.

”Bayarnya sekali jalan dua ribu. Tapi untuk semua anak sekolah (berpakaian sekolah, red) itu gratis," kata perwakilan investor asal Brebes itu, Senin (12/12/2022).

Pihaknya memprediksi, dalam sehari diperkirakan akan ada 700-800 orang yang melintas. Loket pembayarannya pun dijadikan satu di pos pembayaran di pintu masuk jembatan yang ada di Desa Kedungwaru Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

”Sehari kira-kira kurang lebih satu jutaan rupiah lah. Nanti hasilnya dibagi 50:50 untuk investor dan pemangku adat (pemilik jembatan lama, red). Ada juga kas untuk perawatan berkala," ujarnya.

Baca: Setrowaru, Jembatan Apung Penghubung Kudus-Demak Sudah Bisa Dilewati

Salah seorang warga Desa Kedungwaru Lor, Sudoro (68) merasa senang ada jembatan apung yang dibangun untuk memperdekat perjalanan menuju ke Kudus itu. Apalagi, di desanya dan sekitar banyak warga yang bekerja di pabrik rokok di Kudus.
Salah seorang warga Desa Kedungwaru Lor, Sudoro (68) merasa senang ada jembatan apung yang dibangun untuk memperdekat perjalanan menuju ke Kudus itu. Apalagi, di desanya dan sekitar banyak warga yang bekerja di pabrik rokok di Kudus.”Mayoritas kerjanya di pabrik rokok di Kudus, seperti di Desa Kedungwaru Lor dan Kidul, Tugu, sampai Kotakan. Saya juga ada keluarga yang di pabrik rokok Kudus, jadi ya senang ada jembatan ini jadi lebih dekat," ungkapnya.Senada warga lain, Gunawan (42) juga mengatakan hal yang sama. Memang selama ini yang diharapkan warga itu akses yang lebih dekat untuk menuju ke Kudus.Terlebih jembatan sasak yang dulu tidak akan bisa dilewati jika air sungai meninggi.”Banyak keluarga yang kerja di Kudus, ada juga saudara di Setrokalangan Kudus jadi akan lebih dekat dan lebih cepat," ujarnya.https://youtu.be/JzDF4Crrt7cReporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler