Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Setidaknya hingga Selasa (3/1/2022) ada 14 SD di empat kecamatan di Kudus dan satu SMP yang menggelar pembelajaran daring.

”Sekolah-sekolah itu terdampak banjir sampai masuk ke lingkup sekolah. Ada yang di halaman ada juga yang sampai masuk kelas,” kata Anggun Nugroho, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Selasa (3/1/2022).

Ia menyebut, pihaknya mempersilahkan sekolah-sekolah yang kebanjiran untuk menggelar pembelajaran daring, dengan mengajukan izin ke Disdikpora.

Baca: Banjir Kudus Meluas di 25 Desa, 31 Ribu Lebih Warga Terdampak

Sekolah-sekolah yang kebanjiran yakni di Kecamatan Kaliwungu ada tiga SD, yakni SD 1 Setrokalangan, SD 2 Setrokalangan, dan SD 1 Banget. Di Kecamatan Jati, SD 3 Jati Wetan, SD 2 Pasuruhan Lor, SD 2 Jetis Kapuan, SD 2 Tanjungkarang, dan SD 4 Ngembal Kulon, dan SMP 2 Jati.

Kemudian di Kecamatan Undaan, ada SD 1 Ngemplak, SD 2 Ngemplak, dan SD 2 Karangrowo. Selain itu, ada juga SD 4 Payaman dan SD 2 Kesambi yang ada di Kecamatan Mejobo.

”Kebanyakan daring dari kelas 1-6 untuk SD, ada juga SD 3 Bulungcangkring, Jekulo siswa yang dari arah Gadu tidak bisa ke sekolah karena akses terendam sehingga daring diberlakukan untuk siswa yang dari arah Gadu," ungkapnya.
”Kebanyakan daring dari kelas 1-6 untuk SD, ada juga SD 3 Bulungcangkring, Jekulo siswa yang dari arah Gadu tidak bisa ke sekolah karena akses terendam sehingga daring diberlakukan untuk siswa yang dari arah Gadu," ungkapnya.Baca: Dua Korban Tenggelam di Banjir Kudus DitemukanDari belasan sekolah tersebut, air banjir yang menggenangi SD 2 Kesambi saat ini sudah mulai surut. Namun masih ada endapan banjir yang saat ini tengah dilakukan pembersihan.”Pembelajaran daring bisa dilakukan dengan beberapa metode inovasi dari guru, sampai nanti kondisi memungkinkan untuk bisa digunakan pembelajaran tatap muka," ujarnya.Selain sekolah yang terendam banjir itu ada juga SD 1 Temulus dan SD 1 Payaman Mejobo yang digunakan untuk pengungsian. Namun pembelajaran masih berjalan dengan memanfaatkan ruangan lain. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler